Dari Tol hingga Kapal Feri, Perjalanan EV Ini Menjawab Cemas Jarak Jauh

Kekhawatiran membawa mobil listrik untuk perjalanan jauh akan diuji melalui konvoi Jakarta-Lampung yang melintasi tol dan Selat Sunda. Puluhan EV akan memeriksa kesiapan SPKLU sekaligus keselamatan kendaraan saat menyeberang dengan kapal feri.

Perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan komunitas karena peserta akan mencatat kondisi fasilitas pengisian di rute yang dilalui. Data mengenai ketersediaan dan keandalan fasilitas itu direncanakan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

SPKLU Diuji di Dua Pulau

Komunitas Mobil Elektrik Indonesia atau KOLEKSI akan memusatkan pemeriksaan di rest area Tol Jakarta-Merak serta Tol Trans Sumatera ruas Lampung. Perangkat pengisian yang diperiksa mencakup kapasitas 30 kW hingga perangkat ultra-cepat 200 kW.

Rute ini dipilih karena menggabungkan perjalanan darat dengan penyeberangan laut dari Merak menuju Bakauheni. Peserta dijadwalkan menggunakan Kapal Feri Eksekutif saat melintasi Selat Sunda.

Bagian PerjalananLokasiFokus Kegiatan
Perjalanan daratRest Area Tol Jakarta-MerakPemeriksaan ketersediaan dan keandalan SPKLU
Perjalanan daratTol Trans Sumatera ruas LampungPengujian pengisian 30 kW hingga 200 kW
Penyeberangan lautMerak-BakauheniPengujian aspek keselamatan EV di feri

Pengujian kendaraan listrik di kapal feri menjadi bagian penting karena penyeberangan laut masih menyisakan pertanyaan bagi sebagian masyarakat. KOLEKSI ingin melihat kesiapan perjalanan EV yang tidak hanya berlangsung dalam satu daratan.

Konvoi Bertepatan dengan HUT RI

Kegiatan bertajuk Silent Across The Strait ini berlangsung pada 15-17 Agustus 2026. Jadwal tersebut bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan perayaan hari jadi KOLEKSI yang ke-5.

Ketua Umum KOLEKSI Arwani Hidayat menyebut turing itu membawa tiga semangat kemerdekaan bagi pengguna kendaraan listrik. Semangat tersebut adalah bebas dari rasa khawatir ketika bepergian jauh, mampu menyeberang antarpulau, dan mengurangi ketergantungan pada BBM.

Dalam siaran resmi KOLEKSI, Arwani mengatakan, “Kami membawa tiga semangat ‘kemerdekaan’ dalam turing ini. Pertama, merdeka dari rasa khawatir (no anxiety) saat bepergian jauh ke daerah manapun karena infrastruktur SPKLU kini sudah memadai dan andal.”

Arwani juga menyatakan penggunaan EV dapat menjadi kontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Turing Jakarta-Lampung diposisikan sebagai pembuktian bahwa mobilitas listrik dapat menjangkau perjalanan antarpulau.

Area Pengisian Bukan Tempat Parkir

Dalam kegiatan ini, KOLEKSI akan menjalankan kampanye “Cerdas dan Bijak Menggunakan SPKLU”. Pesannya menyoroti perlunya disiplin pengguna agar area pengisian tidak dipakai sebagai tempat parkir.

Pengguna dianjurkan segera memindahkan kendaraan ketika baterai sudah terisi penuh. Dengan cara itu, fasilitas pengisian dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna lain.

Ketua Panitia Turing Danny Siwu menyatakan perjalanan dengan puluhan mobil listrik tersebut memperlihatkan ekosistem EV yang telah terbentuk. “Perjalanan Jakarta – Lampung dengan puluhan mobil listrik kini dapat dilakukan tanpa keraguan sama sekali,” ujarnya.

Kegiatan Setelah Tiba di Lampung

Peserta dijadwalkan mengikuti wisata alam berwawasan lingkungan setelah tiba di Lampung. Agenda lain mencakup pelepasan bibit ikan di Pulau Pahawang serta gala dinner perayaan hari jadi KOLEKSI.

Puncak rangkaian berlangsung pada 17 Agustus 2026 saat peserta mengikuti Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Bandar Lampung. Agenda tersebut melengkapi turing yang menggabungkan pengujian infrastruktur, keselamatan penyeberangan, dan kampanye penggunaan EV jarak jauh.

Baca Juga