Harga minyak mentah dunia yang melampaui US$ 100 per barel menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan suku bunga tinggi. Bersamaan dengan rencana tarif impor Amerika Serikat, tekanan itu membebani IHSG pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
IHSG ditutup turun 1,88% ke level 6.196,43 pada akhir perdagangan. Pada hari yang sama, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 1,36 triliun.
Risiko Global Menekan Sentimen
Konflik Timur Tengah menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Pelaku pasar menilai lonjakan harga energi dapat memberi ruang bagi kenaikan inflasi secara global.
Selain persoalan energi, investor juga mencermati rencana pengenaan tarif impor baru dari Amerika Serikat. Tarif 10% hingga 12,5% disebut berlaku untuk 60 mitra dagang, termasuk Indonesia.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut kebijakan tarif tersebut menjadi perhatian investor. “Investor mencermati akan pemberlakuan tarif impor baru dari AS sebesar 10-12,5% terhadap 60 mitra dagang termasuk Indonesia,” kata Herditya kepada finance.detik.com pada Jumat (24/7/2026).
Indeks LQ45 turut menunjukkan pelemahan pada penutupan perdagangan Jumat. Indeks saham unggulan itu terkoreksi 1,97%.
Arus Dana Asing Masih Menjadi Beban
Nilai jual bersih asing pada Jumat menambah akumulasi penjualan sepanjang tahun berjalan. Menurut data Bursa Efek Indonesia, total jual bersih investor asing sepanjang 2026 telah mencapai Rp 79,09 triliun.
Arus dana tersebut menjadi salah satu indikator penting saat pasar menghadapi gejolak dari luar negeri. Investor memantau perkembangan tarif, harga minyak, inflasi, serta kemungkinan arah suku bunga global.
Likuiditas Pasar Meningkat Selama Sepekan
Meski penutupan Jumat berada di zona merah, perdagangan selama 20-24 Juli 2026 mencatat peningkatan aktivitas. IHSG bahkan masih menguat 0,34% secara mingguan dari 6.175,535 menjadi 6.196,430.
| Data Perdagangan | 20-24 Juli 2026 | Perbandingan Pekan Sebelumnya |
|---|---|---|
| Rata-rata volume harian | 43,68 miliar lembar saham | 26,17 miliar lembar saham |
| Rata-rata nilai harian | Rp 19,76 triliun | Rp 13,99 triliun |
| Rata-rata frekuensi harian | 2,67 juta kali | 2,33 juta kali |
| Kapitalisasi pasar | Rp 10.870 triliun | Rp 10.749 triliun |
Rata-rata volume transaksi harian melonjak 66,88%, sedangkan rata-rata nilai transaksi bertambah 41,21%. Frekuensi transaksi juga naik 14,4% selama periode tersebut.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun. Data itu menunjukkan aktivitas investor tetap tinggi, walaupun sentimen eksternal memicu koreksi tajam di akhir pekan.
Perbedaan antara kenaikan IHSG secara mingguan dan penurunan besar pada Jumat menandakan pasar bergerak sangat peka terhadap kabar global. Arah harga minyak, konflik Timur Tengah, dan kebijakan tarif AS akan tetap menjadi perhatian utama pasar.






