Milan Bangkit dari Dua Kali Tertinggal, Namun Amorim Belum Mau Rayakan Kemenangan

AC Milan memperlihatkan daya bangkit saat mengalahkan Manchester United 4-2 dalam laga pramusim di Stadion Wroclaw, Polandia. Rossoneri dua kali tertinggal sebelum membalikkan keadaan melalui tiga gol pada fase berikutnya.

Meski menang dengan skor meyakinkan, Ruben Amorim menolak menjadikan laga itu sebagai alasan untuk merayakan kesiapan tim. Ia menilai kemenangan baru memiliki makna apabila Milan mampu membuka Liga Italia 2026/2027 dengan hasil positif melawan Torino.

Tiga Gol Mengubah Arah Laga

Manchester United langsung memberi tekanan sejak awal pertandingan. Harry Maguire mencetak gol pada menit kedua, tetapi Samuel Chukwueze segera membawa Milan menyamakan kedudukan.

Manchester United kembali memimpin melalui Patrick Dorgu menjelang jeda. Sebelumnya, Bruno Fernandes gagal memanfaatkan tendangan penalti untuk menambah keunggulan timnya.

Milan kemudian menemukan respons setelah Alphadjo Cisse mencetak gol penyama kedudukan. Goncalo Ramos membawa Rossoneri berbalik unggul, sementara Ruben Loftus-Cheek mengunci kemenangan menjadi 4-2.

MomenPeristiwaDampak bagi Laga
Menit keduaHarry Maguire mencetak golManchester United unggul cepat
Menjelang jedaBruno Fernandes gagal penalti, Patrick Dorgu mencetak golMU kembali memimpin
Paruh berikutnyaCisse, Ramos, dan Loftus-Cheek mencetak golMilan menang 4-2

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Milan dalam empat laga pramusim di bawah arahan Amorim. Penampilan itu juga dinilai sebagai yang terbaik sepanjang masa persiapan tim.

Kemenangan Tidak Menutup Kekurangan

Amorim tetap menemukan persoalan yang perlu segera dibenahi, terutama di sektor pertahanan. Dua gol Manchester United membuatnya menilai Milan terlalu mudah memberi kesempatan kepada lawan.

“Saya kira kami harus khawatir tentang cara kami kebobolan gol karena kami memberikan gol-gol itu cuma-cuma, baik melawan Celtic dan hari ini,” kata Amorim. Milannews mengutip pernyataan tersebut setelah laga di Wroclaw.

Penilaian itu menunjukkan bahwa kebangkitan ofensif belum cukup untuk membuat pelatih puas. Milan perlu menjaga keseimbangan permainan saat menghadapi tekanan yang lebih besar pada kompetisi resmi.

Amorim mengakui kemenangan memberi suasana berbeda bagi para pemain. Namun, ia tidak ingin perubahan perasaan itu menggeser fokus tim dari target yang lebih penting.

“Pastinya perasaan tim sekarang itu benar-benar berbeda ketika menang daripada ketika Anda menang dengan bermain bagus,” ujar Amorim. Ia memandang kemenangan dapat mengangkat kepercayaan diri, tetapi bukan alasan untuk mengabaikan evaluasi.

Torino Menunggu

Milan akan bertandang menghadapi Torino pada pekan depan dalam pertandingan pertama Liga Italia musim baru. Amorim menilai karakter duel itu akan sepenuhnya berbeda dari pertemuan pramusim melawan Manchester United.

“Hasil hari ini tidak penting karena apa yang penting adalah menang di Hari Mingu melawan Torino, yang pastinya akan jadi sebuah pertandingan yang sepenuhnya berbeda dari hari ini,” katanya. Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus Milan kini sudah beralih dari Wroclaw ke laga pembuka kompetisi.

Amorim melihat adanya perkembangan pada permainan Rossoneri selama pramusim. Namun, ia menekankan bahwa kemajuan tersebut harus diterjemahkan menjadi hasil ketika musim baru dimulai.

“Saya kira kami membaik, tapi ini enggak penting. Pramusim itu enggak penting, kami toh harus menang di musim baru,” tegasnya. Torino akan menjadi panggung pertama untuk mengukur apakah comeback atas Manchester United dapat berlanjut menjadi konsistensi Milan.

Baca Juga