Dua kemenangan Korea Selatan dengan skor 3-1 atas Indonesia di Jecheon tidak hanya berbicara tentang hasil laga persahabatan. Megawati Hangestri melihat pengalaman internasional sebagai faktor yang membuat kualitas voli putri Korea Selatan masih berada di atas Indonesia.
Opposite Hyundai Hillstate itu menilai Korea Selatan lebih sering tampil dalam kompetisi besar. Pengalaman di ajang Asia hingga Volleyball Nations League atau VNL dinilainya memberi pembeda yang nyata bagi perkembangan sebuah tim.
Penilaian Megawati tentang Perbedaan Kualitas
Megawati menyampaikan penilaian tersebut saat menjalani latihan bersama skuad Hyundai Hillstate. Ia tidak menunjuk satu aspek teknis tertentu, melainkan menempatkan jam terbang pertandingan sebagai penjelasan utama atas perbedaan kedua tim.
“Mungkin beda pengalaman aja,” kata Megawati. Ia juga menyatakan, “Korea lebih banyak pengalaman.”
Pernyataan itu menyoroti pentingnya kesempatan bersaing di level internasional secara konsisten. Korea Selatan dinilai memiliki frekuensi tampil lebih banyak dalam kompetisi Asia maupun VNL dibandingkan Indonesia.
Jecheon Menjadi Arena Pengukuran
Tim nasional voli putri Indonesia dan Korea Selatan bertemu dalam tiga laga persahabatan di Jecheon. Pertandingan berlangsung di Jecheon Gymnasium, Chungbuk, dengan dua laga awal dimenangi Korea Selatan.
| Bagian Agenda | Informasi | Hasil |
|---|---|---|
| Dua pertandingan awal | Indonesia melawan Korea Selatan di Jecheon Gymnasium | Korea Selatan menang 3-1 pada kedua laga |
| Rangkaian laga | Jadwal 25-26 Juli | Tiga pertandingan direncanakan |
Skor yang identik dalam dua pertandingan awal memberi gambaran tentang tantangan yang dihadapi Indonesia. Pada saat bersamaan, laga persahabatan ini menyediakan kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan melawan tim dengan pengalaman lebih banyak.
Penilaian Megawati membuat hasil di Jecheon memiliki konteks yang lebih luas. Ia memandang perbedaan level sebagai persoalan akumulasi pengalaman, bukan sekadar gambaran dari satu pertandingan.
Kehadiran Megawati di Tepi Lapangan
Megawati menyaksikan pertandingan tersebut bersama suaminya, agen Chris Kim, dan pelatih Hillstate Kang Sung-hyung. Seusai laga, ia memasuki arena dan disambut hangat oleh pemain Indonesia serta Korea Selatan.
Momen itu menjadi ajang pertemuan kembali Megawati dengan para pemain dari kedua negara. Kehadirannya juga memperlihatkan kedekatannya dengan komunitas voli Korea Selatan setelah kembali beraktivitas bersama Hillstate.
Menurut VIVA, Megawati telah hampir satu bulan bergabung dengan Hyundai Hillstate saat memberikan pandangan mengenai selisih kualitas kedua tim nasional. Latar pengalamannya bermain di Korea membuat komentarnya mengenai jam terbang internasional mendapat perhatian.
Sambutan untuk Kembalinya Megawati
Di tengah agenda latihan, Megawati sempat membagikan kunjungan ke sebuah tempat di Namsan melalui Instagram @megawatihangestrip pada 17 Juli. Unggahan tersebut memperoleh respons dari sejumlah tokoh voli Korea Selatan.
Kim Yeon-koung turut menyambut kembalinya Megawati ke kompetisi V-League bersama Hyundai Hillstate. “Selamat datang kembali Mega,” tulis legenda voli Korea Selatan itu.
Sambutan tersebut juga menarik perhatian penggemar di Indonesia. Di luar hasil pertandingan persahabatan, pertemuan di Jecheon menjadi momen yang menegaskan posisi Megawati sebagai penghubung antara lingkungan voli Indonesia dan Korea Selatan.






