Warga yang merasa status kesejahteraannya tidak sesuai dapat meminta verifikasi ulang data melalui jalur yang tersedia. Pengajuan dapat dilakukan di aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial, kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.
Langkah ini dapat ditempuh oleh warga yang mendapati dirinya masuk Desil 9 atau Desil 10 meski berpenghasilan rendah. Pembaruan data diperlukan apabila catatan dalam DTSEN dinilai belum menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.
Verifikasi diperlukan karena desil bukan hitungan gaji semata
BPS Kota Cilegon menegaskan pemeringkatan kesejahteraan dalam Sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional tidak hanya didasarkan pada nominal penghasilan bulanan. Pendapatan merupakan salah satu unsur, bukan satu-satunya faktor yang menentukan posisi keluarga.
Penilaian mencakup kondisi perumahan, kepemilikan aset, demografi, pendidikan, hingga ketenagakerjaan. Seluruh indikator itu digabungkan untuk membentuk gambaran sosial ekonomi dan menentukan Desil Kesejahteraan warga.
Karena memakai banyak unsur, keluarga dengan penghasilan rendah tetap dapat tercatat pada kelompok desil lebih tinggi. Sebaliknya, posisi desil tidak dapat diartikan hanya dengan melihat jumlah gaji yang diterima setiap bulan.
Data yang tersimpan dalam sistem menjadi penting ketika digunakan sebagai salah satu dasar penilaian kesejahteraan. Oleh sebab itu, warga perlu memiliki akses pembaruan ketika data tidak lagi sesuai dengan situasi keluarganya.
Kelompok Desil 10 memiliki kondisi yang beragam
Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai persoalan utama penggunaan desil untuk menilai kelas ekonomi terletak pada rentangnya yang sangat lebar. Dalam data 2024 yang ia sampaikan, Desil 10 mencakup pengeluaran Rp3,03 juta hingga Rp133 juta per kapita per bulan.
Rentang tersebut memperlihatkan bahwa anggota dalam satu desil tidak selalu mempunyai kemampuan ekonomi yang serupa. “Artinya, sebagian besar penghuni desil 10 sebenarnya masih berada di kelas menengah,” kata Yusuf pada Kamis (13/8/2026).
Yusuf menilai angka pengeluaran absolut lebih tepat digunakan untuk menentukan kelas ekonomi. Menurutnya, pendekatan itu dapat membuat sasaran kebijakan menjadi lebih akurat.
Penilaian serupa disampaikan Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita. Ia mengatakan pembagian 10 desil masih bermanfaat untuk memetakan gambaran umum sosial ekonomi masyarakat.
Namun, Ronny menilai klasifikasi itu terlalu luas bila menjadi satu-satunya dasar untuk mencabut bantuan atau subsidi individu. “Untuk pemetaan umum, 10 desil cukup berguna. Tetapi untuk mencabut subsidi seseorang secara individual, 10 desil saja terlalu kasar,” katanya.
Cara mengajukan pembaruan data
Warga dapat memakai aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial untuk mengajukan Pembaruan Data Bansos. Alternatif lain adalah mengurus pengajuan melalui pemerintah desa, kelurahan, atau Dinas Sosial di wilayah masing-masing.
Proses ini membuka ruang pemeriksaan kembali atas data keluarga yang telah tercatat. Verifikasi ulang menjadi relevan ketika hasil pemeringkatan tidak mencerminkan keadaan sosial ekonomi yang dialami warga.






