Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban meninggal, jumlah tertinggi dalam gempa magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur. Secara keseluruhan, BNPB melaporkan sedikitnya 47 orang meninggal hingga pukul 18.48 WIB.
Jumlah korban di Manggarai dan Manggarai Timur mencapai 41 orang, atau sebagian besar dari total korban yang telah terdata. Petugas masih menghimpun informasi dari wilayah lain sambil menangani warga yang mengalami luka-luka.
Enam wilayah melaporkan korban jiwa
Manggarai Timur menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak kedua, yakni 17 orang. Sikka melaporkan tiga korban, sementara Manggarai Barat, Ngada, dan Ende masing-masing satu korban.
Data tersebut disampaikan BNPB sebagai angka sementara dari penanganan di lapangan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut petugas juga melakukan evakuasi dan perawatan medis bagi korban luka.
| Wilayah | Korban meninggal |
|---|---|
| Kabupaten Manggarai | 24 orang |
| Kabupaten Manggarai Timur | 17 orang |
| Kabupaten Sikka | 3 orang |
| Kabupaten Manggarai Barat | 1 orang |
| Kabupaten Ngada | 1 orang |
| Kabupaten Ende | 1 orang |
Ratusan rumah mengalami kerusakan
Dampak gempa juga terlihat pada permukiman dan fasilitas yang digunakan masyarakat. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan hingga pukul 17.00 WIB.
Fasilitas pendidikan menjadi kategori bangunan publik yang paling banyak terdampak dengan 87 unit. Selain itu, terdapat 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor yang ikut mengalami dampak.
| Jenis kerusakan | Jumlah |
|---|---|
| Rumah rusak berat | 157 unit |
| Rumah rusak sedang | 41 unit |
| Rumah rusak ringan | 148 unit |
| Fasilitas pendidikan | 87 unit |
| Fasilitas kesehatan | 18 unit |
| Tempat ibadah | 5 unit |
| Kantor | 6 unit |
Logistik 275 ton menuju daerah terdampak
Untuk penanganan awal, BNPB menyiapkan 50 ribu paket bantuan pangan dan nonpangan dengan berat total 275 ton. Bantuan dikirim menuju wilayah bencana melalui gudang logistik di Kabupaten Flores Timur, NTT.
Pengiriman dari Jakarta dilakukan lewat baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Sebanyak 10.500 paket bantuan presiden telah berada di baseops untuk tahap pengiriman saat keterangan diberikan.
Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Guncangannya terasa tidak hanya di NTT, melainkan juga di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Pos pengungsian dibuka di tiga kecamatan
BPBD Kepulauan Selayar mendirikan tiga titik pengungsian bagi warga di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate. Pembukaan pos tersebut dilaporkan kepada Pusat Pengendalian Operasi BNPB.
Di Kabupaten dan Kota Bima, situasi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif setelah gempa. BPBD Kota Bima masih memverifikasi kondisi lapangan dan mendata dampak yang terjadi.
BNPB terus memperbarui pendataan mengenai korban, kerusakan, dan kebutuhan warga. Perubahan angka masih mungkin terjadi seiring pengumpulan laporan dari daerah terdampak.






