Makhachev Akui Garry Lawan Tangguh, Grappling Jadi Pembeda di UFC 330

Islam Makhachev mengakui Ian Machado Garry sebagai lawan tangguh setelah mempertahankan sabuk kelas welter UFC di UFC 330. Pengakuan itu muncul usai Makhachev menang melalui keputusan mutlak dalam pertarungan yang berlangsung sengit selama lima ronde.

Juara asal Dagestan tersebut menilai Garry memberi perlawanan besar, meski dirinya tetap mampu menerapkan permainan pada fase-fase penting. Hasil pertandingan pada Minggu, 16 Agustus 2026, itu membuat gelar kelas welter tetap berada di tangan Makhachev.

Penghormatan dari sang juara

Makhachev menyampaikan bahwa Garry bukan sekadar penantang yang mudah dikendalikan. Ia memberikan apresiasi atas daya tahan dan kualitas petarung Irlandia tersebut.

"Ian adalah petarung hebat, pria yang baik, dan saya sangat menghormatinya. Dia memberi saya perlawanan yang sengit, tetapi saya tetap membuktikannya di setiap pertarungan," kata Makhachev.

Ucapan itu sejalan dengan jalannya laga yang memaksa Makhachev menghadapi tekanan dari sejumlah arah. Garry beberapa kali dapat menghentikan upaya takedown dan membalas lewat pukulan keras ke arah wajah sang juara.

Makhachev pun terlihat mengalami luka dan bengkak setelah duel selesai. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kemenangan angka mutlak itu diraih melalui pertarungan yang ketat, bukan dominasi tanpa balasan.

AspekIslam MakhachevIan Machado Garry
Hasil pertandinganMenang keputusan mutlakKalah keputusan mutlak
Senjata utamaGrappling dan kontrol punggungPertahanan takedown dan pukulan keras
Ronde penentuMenguasai punggung lawan pada ronde kelimaBertahan hingga bel akhir

Grappling tetap menentukan

Pada awal duel, Makhachev berusaha membawa Garry ke bawah untuk mengendalikan pertandingan melalui grappling. Garry mampu menggagalkan beberapa percobaan dan tetap memberi respons ketika berada di posisi sulit.

Makhachev juga sempat mendaratkan tendangan keras ke wajah lawannya. Garry kemudian menemukan ritme pada ronde-ronde selanjutnya dan membuat pertukaran serangan berdiri menjadi lebih kompetitif.

Perbedaan terlihat kembali di ronde kelima saat Makhachev berhasil mengambil punggung Garry. Sang juara mencoba mencari penyelesaian melalui kuncian, tetapi Garry berhasil bertahan sampai bel berbunyi.

Menurut VIVA, kemampuan grappling Makhachev kembali menjadi pembeda saat pertandingan memasuki momen penting. Keunggulan itu cukup untuk meyakinkan juri memberikan kemenangan kepadanya.

Kelas welter menuntut adaptasi

Makhachev menyebut persaingan di kelas welter menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan divisi sebelumnya. Ia menilai kekuatan fisik lawan-lawan di kelas ini membuat upaya kuncian menjadi lebih sulit dilakukan.

"Saya merasa lawan-lawan di kelas welter memiliki kekuatan lebih besar, sangat sulit untuk mengalahkan mereka dengan kuncian, tetapi permainan saya tetap berjalan dengan baik," ujar Makhachev.

Di sisi lain, Garry menerima kekalahannya tanpa menyalahkan keadaan lain. Petarung berusia 28 tahun itu tetap memberikan penghormatan kepada Makhachev sebagai pemenang laga.

"Tidak ada yang mengejutkan saya. Saya sangat menghormati Islam. Saya percaya sepenuh hati dan jiwa bahwa saya lebih baik darinya malam ini. Dia menang. Saya tidak punya keluhan. Tidak ada alasan," kata Garry.

Garry menyatakan kamp pelatihannya untuk menghadapi Makhachev merupakan salah satu yang terbaik dalam hidupnya. Ia berjanji mengambil pelajaran dari kekalahan kedua sepanjang karier MMA tersebut untuk mengatur ulang strategi dan kembali bertanding.

Baca Juga