Lyon Membawa Modal Kebangkitan ke Istanbul, Fenerbahce Berada dalam Tekanan

Lyon datang ke Istanbul dengan modal mental kuat setelah membalikkan keadaan melawan Sparta Prague. Kemenangan agregat 4-2 pada putaran ketiga menjadi bekal penting sebelum menghadapi Fenerbahce di playoff Liga Champions.

Fenerbahce justru memasuki laga ini dalam tekanan setelah kalah 1-2 dari Genclerbirligi di kompetisi domestik. Tim Ismail Kartal juga harus menghadapi masalah absensi pada sektor penjaga gawang dan pertahanan.

Lyon Mengejar Kembalinya Panggung Elite

Lyon memiliki ambisi kembali tampil pada fase grup Liga Champions setelah terakhir merasakannya pada 2019. Dalam perjalanan pada edisi tersebut, Les Gones mampu mencapai semifinal sebelum dihentikan Bayern Muenchen.

Paulo Fonseca masih memiliki Corentin Tolisso sebagai kapten sekaligus pengatur tempo permainan. Gelandang itu diharapkan menjadi titik kendali Lyon ketika timnya bermain di hadapan tekanan suporter tuan rumah.

Lyon mendapat tambahan alternatif serangan melalui Lois Openda yang dipinjam dari Juventus. Zachary Athekame dari AC Milan juga memperluas pilihan Fonseca di lini depan.

Meski demikian, Lyon tidak tampil dengan skuad sepenuhnya lengkap. Pavel Sulc, Khalis Merah, dan Mads Bistrup termasuk pemain yang dipastikan absen.

TimFormasi PerkiraanPemain KunciPemain Absen
Fenerbahce4-2-3-1TaliscaEderson, Mert Gunok, Jayden Oosterwolde
Lyon3-4-2-1Corentin TolissoPavel Sulc, Khalis Merah, Mads Bistrup

Ancaman Lyon bagi Pertahanan Tuan Rumah

Lyon diperkirakan bermain dengan pola 3-4-2-1 dan menempatkan Greif di bawah mistar. Mata, Niakhate, Kluivert, Maitland-Niles, Morton, Tessmann, Ouedraogo, Abner, Tolisso, dan Openda diproyeksikan mengisi tim utama.

Kemampuan Lyon bangkit dari situasi sulit melawan Sparta Prague perlu diwaspadai Fenerbahce. Tim tamu akan berupaya menjaga peluang tetap terbuka sebelum leg kedua digelar di Prancis.

Fenerbahce perlu memberi perhatian besar terhadap pergerakan Openda dan kreativitas Tolisso. Keduanya dapat memberi warna berbeda pada serangan Lyon di pertandingan tandang.

Fenerbahce Bertumpu pada Talisca

Fenerbahce kehilangan Ederson dan Mert Gunok, sementara Jayden Oosterwolde absen akibat cedera hamstring parah. Situasi itu membuat Kartal perlu mengatur ulang pertahanan saat menghadapi lawan yang membawa momentum kebangkitan.

Cetin diperkirakan tampil sebagai penjaga gawang. Semedo, Skriniar, Nathan Ake, dan Brown dapat mengisi susunan lini belakang Fenerbahce.

Di lini tengah, Guendouzi serta Kante berpeluang menjadi penopang permainan. Greenwood, Asensio, Akturkoglu, dan Talisca diperkirakan memberi daya gedor dari area depan.

Talisca menjadi pemain dengan momentum paling kuat menjelang laga ini. Ia mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun, termasuk empat pertandingan kualifikasi Fenerbahce.

Vedat Muriqi kembali tersedia sebagai pilihan tambahan untuk sektor serangan. Sebaliknya, Romelu Lukaku berpotensi belum dapat bermain karena masalah kebugaran dan administrasi daftar skuad UEFA.

Rekor Kandang dan Beban Sejarah

Fenerbahce masih memiliki dasar optimisme dari catatan kandangnya di Istanbul. Klub ini tidak terkalahkan dalam enam laga kualifikasi Liga Champions terakhir di kota tersebut serta mencatatkan dua pertandingan tanpa kebobolan musim ini.

Dukungan di Stadyumu Sukru Saracoglu diharapkan membantu Fenerbahce mengambil inisiatif sejak awal. Leg pertama dijadwalkan dimulai pada Rabu (19/8) pukul 02.00 WIB.

Perjalanan Fenerbahce menuju playoff dibangun melalui kemenangan atas Gornik Zabrze dan Sturm Graz. Namun, tim tersebut memikul catatan sembilan kegagalan di babak kualifikasi kompetisi elite Eropa sejak penampilan keenam pada 2008.

Menurut Media Indonesia, kegagalan melawan Benfica pada musim lalu menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi Fenerbahce karena berakhir dengan kepergian Jose Mourinho. Ismail Kartal kini memburu hasil yang dapat membawa klub selangkah lebih dekat menuju fase liga Liga Champions.

Baca Juga