LHS 1140 b Menantang Radiasi Katai Merah, Atmosfernya Masih Bertahan

Planet berbatu LHS 1140 b menunjukkan bukti kuat masih memiliki atmosfer meski terus berada di lingkungan bintang katai merah yang dikenal memancarkan radiasi tinggi. Temuan ini menjadi perkembangan penting dalam pencarian dunia di luar Tata Surya yang berpotensi menopang kehidupan.

Petunjuk utama datang dari helium yang teramati lepas dari lapisan atmosfer planet tersebut. Sinyal itu menunjukkan LHS 1140 b masih mempertahankan selubung gasnya, sesuatu yang sebelumnya dikhawatirkan sulit terjadi pada planet berbatu di sekitar katai merah.

Helium Menjadi Penanda Atmosfer

Pengamatan dilakukan ketika planet melintas di depan bintang induknya atau mengalami transit. Pada momen itu, astronom dapat merekam perubahan sinyal cahaya dan mengidentifikasi jejak gas di sekitar planet.

Instrumen Warm Infrared Echelle atau WINERED Spectrograph digunakan untuk menangkap sinyal tersebut. Perangkat itu dipasang pada Magellan Clay Telescope di Chile.

Deteksi helium tidak langsung menjelaskan seluruh susunan atmosfer LHS 1140 b. Namun, gas yang lepas dari lapisan atas itu menjadi bukti bahwa planet tersebut belum kehilangan atmosfernya secara keseluruhan.

AspekInformasi LHS 1140 b
Jenis planetPlanet berbatu
Jarak dari BumiSekitar 48 tahun cahaya
Posisi orbitBerada di zona layak huni
Bukti atmosferJejak helium yang lepas dari atmosfer

Berada di Wilayah yang Menarik Perhatian

LHS 1140 b berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit di zona layak huni bintangnya. Wilayah ini merujuk pada jarak orbit yang memungkinkan suhu mendukung keberadaan air dalam bentuk cair.

Keberadaan air cair belum dapat dipastikan pada planet itu. Meski demikian, lokasi orbitnya membuat LHS 1140 b menjadi target penting untuk penelitian mengenai kondisi lingkungan pada eksoplanet berbatu.

Atmosfer memiliki peran besar dalam menentukan kondisi suatu planet. Lapisan gas dapat membantu menjaga kestabilan suhu, memberi perlindungan dari radiasi berbahaya, dan mendukung kondisi yang lebih sesuai bagi air cair.

Konfirmasi atmosfer pada planet berbatu di zona layak huni menjadi tonggak tersendiri dalam astronomi. Selama ini, atmosfer lebih banyak ditemukan dan dipelajari pada planet raksasa gas.

Tantangan dari Bintang Katai Merah

Bintang katai merah menjadi sasaran utama pencarian eksoplanet karena banyak planet ditemukan mengitarinya. Namun, radiasi tinggi dari jenis bintang ini dalam rentang miliaran tahun diperkirakan mampu mengikis atmosfer planet berbatu.

Karena itu, keberadaan atmosfer LHS 1140 b memberi gambaran bahwa tidak semua planet berbatu di sekitar katai merah selalu kehilangan lapisan gasnya. Temuan tersebut mendukung kemungkinan adanya planet yang tetap mampu mempertahankan atmosfer di lingkungan keras.

Hasil penelitian mengenai planet ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science. Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian juga menjelaskan temuan tersebut melalui ScienceDaily.

Belum Ada Bukti Kehidupan

Atmosfer yang terdeteksi bukan berarti kehidupan telah ditemukan di LHS 1140 b. Sinyal yang diamati berasal dari lapisan atas yang didominasi helium, sementara kandungan gas di bagian bawah atmosfer masih belum diketahui.

Pengamatan lanjutan diperlukan untuk mencari nitrogen, karbon dioksida, dan uap air di sekeliling planet tersebut. Para ilmuwan juga akan menelusuri molekul yang berpotensi menjadi penanda kehidupan, meski belum ada biosignature yang terdeteksi.

Mediaindonesia.com melaporkan LHS 1140 b telah lama menjadi perhatian karena ukuran, massa, dan letaknya. Teleskop generasi berikutnya diharapkan dapat mengungkap komposisi atmosfernya secara lebih rinci.

Baca Juga