Saat Pasar PC Menyusut, Lenovo Cetak Lonjakan Pendapatan 43% Berkat AI

Lenovo membukukan pendapatan kuartalan US$26,94 miliar, melonjak 43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menjadi pertumbuhan pendapatan tertinggi perusahaan dalam lima tahun terakhir.

Hasil itu melampaui proyeksi analis sebesar US$22,3 miliar, meski industri komputer sedang menghadapi kenaikan biaya komponen. Saham Lenovo sempat menguat hingga 17% dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa setelah capaian tersebut mendapat perhatian pasar.

AI Mengangkat Kinerja Lenovo

Pertumbuhan paling menonjol datang dari bisnis berbasis AI yang menyumbang US$9,3 miliar. Nilai itu setara 35% dari total pendapatan Lenovo dan meningkat 60% secara tahunan.

Permintaan terhadap infrastruktur AI juga tercermin pada pipeline server AI Lenovo. Nilainya naik 157% secara kuartalan hingga mencapai US$54 miliar.

IndikatorCapaian LenovoPerubahan
Pendapatan kuartalanUS$26,94 miliarNaik 43% tahunan
Pendapatan berbasis AIUS$9,3 miliarNaik 60% tahunan
Pipeline server AIUS$54 miliarNaik 157% kuartalan
Divisi PC, tablet, dan smartphone64% total pendapatanOmzet naik 27% tahunan

Lonjakan bisnis AI memberi penopang ketika pengiriman komputer pribadi global justru melemah. Counterpoint Research mencatat pengiriman PC global pada kuartal II 2026 turun 2% secara tahunan menjadi 16,6 juta unit.

Penurunan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi produsen perangkat komputer akibat mahalnya chip memori. Kenaikan harga NAND dan DRAM membuat biaya produksi perangkat meningkat di tengah kondisi pasokan global yang terbatas.

Harga Komponen Menekan Industri PC

Lenovo sebelumnya telah memperingatkan adanya hambatan pasokan chip memori dan memilih menaikkan harga produk untuk menahan lonjakan biaya komponen. Langkah penyesuaian harga itu menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap tekanan biaya yang meluas di industri.

Tekanan serupa juga dialami Dell, HPE, dan Super Micro di Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan tersebut menaikkan harga jual produk hingga 30% akibat mahalnya chip memori.

Di tengah pasar yang melemah, Lenovo masih mempertahankan pangsa pasar komputer global sebesar 25,6%. Posisi tersebut menempatkan perusahaan asal China itu sebagai pemimpin pasar komputer dunia.

Perangkat Konsumen Tetap Dominan

Divisi PC, tablet, dan smartphone masih menjadi kontributor pendapatan terbesar Lenovo. Segmen ini menyumbang 64% dari total pendapatan perusahaan dengan pertumbuhan omzet 27% secara tahunan.

Kombinasi kenaikan harga perangkat dan permintaan terhadap perangkat keras AI membantu perusahaan menjaga pertumbuhan. Strategi tersebut membuat Lenovo mampu tumbuh ketika pasar PC global mengalami penurunan pengiriman.

Dari sisi operasional, laba bersih disesuaikan Lenovo naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$1,075 miliar. Angka ini tidak memasukkan beban nonkas yang memengaruhi hasil laporan keuangan resminya.

Lenovo tetap melaporkan rugi bersih US$609 juta dalam pembukuan resmi. Kerugian itu dipicu kerugian nilai wajar sebesar US$1,7 miliar dari penilaian ulang waran yang diterbitkan pada 2025.

Perbedaan antara laba bersih disesuaikan dan rugi bersih menunjukkan bahwa tekanan pada laporan resmi tidak semata-mata berasal dari kegiatan operasional. Pertumbuhan pendapatan, posisi pasar, dan kenaikan bisnis AI menjadi faktor utama yang menopang kinerja Lenovo di tengah krisis chip memori.

Baca Juga