Ledakan yang terdengar ketika sirene peringatan meraung di Kota Kuwait disebut berasal dari pencegatan sistem pertahanan udara. Militer Kuwait menyampaikan keterangan itu saat menghadapi serangan rudal dan drone Iran pada Minggu (19/7).
Penjelasan tersebut menempatkan suara ledakan di tengah situasi darurat sebagai bagian dari operasi pertahanan. Seorang jurnalis AFP melaporkan sirene terdengar di seluruh Kota Kuwait ketika pencegatan berlangsung.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyebut serangan itu sebagai “agresi berdosa Iran.” Dalam pernyataannya, militer mengatakan ancaman yang dihadapi mencakup rudal dan drone musuh.
Melalui akun resmi di platform X, militer Kuwait kembali menegaskan bahwa setiap ledakan yang terdengar merupakan hasil kerja sistem pertahanan udara. Pernyataan tersebut tidak memuat rincian mengenai dampak di lokasi lain.
Serangan Muncul Setelah Pengumuman Iran
Peringatan di Kuwait muncul beberapa jam setelah militer Iran mengumumkan serangan drone skala besar. Menurut CNN Indonesia, Iran menyatakan operasi itu menargetkan gudang amunisi di Camp Buehring.
Camp Buehring sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi dan berada di Kuwait. Iran juga disebut menargetkan sistem radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
| Lokasi di Kuwait | Objek yang Disebut | Status dalam Pernyataan Iran |
|---|---|---|
| Camp Buehring | Gudang amunisi | Target serangan drone skala besar |
| Pangkalan Udara Ali Al Salem | Sistem radar pertahanan udara | Disebut menjadi sasaran serangan |
Klaim Iran mengenai sasaran tersebut muncul bersamaan dengan laporan Kuwait tentang pencegatan ancaman dari udara. Kedua pihak menyampaikan informasi dari sudut yang berbeda dalam rangkaian peristiwa yang sama.
Kuwait Terdampak Ketegangan Regional
Kuwait masih menampung pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat lainnya. Kondisi itu membuat negara tersebut berada dalam jangkauan dampak ketegangan antara Teheran dan Washington.
Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Rentetan tersebut berlangsung ketika Teheran dan Amerika Serikat kembali saling menyerang dalam delapan hari terakhir.
Camp Buehring dan Pangkalan Udara Ali Al Salem menjadi penting karena keduanya berada di wilayah Kuwait. Sirene yang berbunyi di ibu kota memperlihatkan bahwa perkembangan konflik telah memengaruhi keamanan negara itu secara langsung.
Hingga keterangan yang disampaikan militer Kuwait, fokus utama berada pada penanganan ancaman udara melalui pencegatan. Penjelasan mengenai sumber ledakan diberikan ketika warga mendengar sirene peringatan di berbagai bagian Kota Kuwait.






