Bukan Demi Podium, Lala Nabila Rampungkan HYROX Osaka saat Hamil 24 Minggu

Lala Nabila mengikuti HYROX Osaka saat usia kandungannya memasuki 24 minggu bukan untuk mengejar podium. Ia menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dengan tetap memperhatikan batas tubuh selama kehamilan.

Ia berhasil menyelesaikan kategori single dalam waktu sekitar 2 jam 21 menit. Hasil itu membuat Lala menerima Rekor MURI sebagai ibu hamil pertama dari Indonesia yang mengikuti kompetisi HYROX.

Mengatur Batas Saat Berlatih dan Berlomba

Lala menyesuaikan latihan dengan kondisi kehamilannya, bukan mempertahankan pola yang dijalani sebelum hamil. Ia rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan serta menjaga asupan bergizi selama menjalani persiapan.

Intensitas latihan juga diatur berdasarkan respons tubuh. Ia memilih menghentikan aktivitas bila merasakan kontraksi atau ketidaknyamanan yang dinilai perlu diwaspadai.

Pendekatan ini menjadi penting karena HYROX dikenal sebagai kompetisi kebugaran dengan rangkaian aktivitas fisik berat. Dalam kategori single, peserta harus menuntaskan seluruh rangkaian perlombaan secara individu.

Lala akhirnya mampu melalui tantangan tersebut hingga garis akhir di Osaka, Jepang. Catatan sekitar 2 jam 21 menit menjadi bagian dari pencapaian yang kemudian mendapat pengakuan dari MURI.

Rencana Lama yang Diuji Kehamilan

Partisipasi di HYROX Osaka telah direncanakan Lala jauh sebelum dirinya hamil. Kehamilan sempat membuatnya menimbang ulang rencana untuk tetap berkompetisi.

Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan mempertimbangkan kondisi kesehatannya, ia memutuskan melanjutkan persiapan. Keputusan tersebut diambil dengan perubahan pada cara latihan dan batas aktivitas, bukan dengan mengabaikan kondisi kehamilan.

Beautynesia melaporkan Lala berangkat sendiri ke Jepang untuk mengikuti ajang itu. Ia tidak memberi tahu suaminya karena khawatir tidak akan memperoleh izin untuk berangkat.

Keputusan mengikuti lomba seorang diri itu berakhir dengan penyelesaian penuh pada kategori single. Rekor MURI kemudian mencatat keterlibatan Lala sebagai ibu hamil pertama dari Indonesia dalam kompetisi HYROX.

Tetap Bergerak Menjelang Persalinan

Aktivitas Lala tidak hanya berlangsung saat persiapan menuju HYROX Osaka. Ia masih menjalani latihan race dan mengikuti race ketika usia kandungannya mencapai 37 minggu.

Lala juga tetap beraktivitas beberapa hari sebelum melahirkan. Menurut pengalamannya, kebiasaan aktif membuat tubuhnya terasa lebih berenergi dan membantu mengurangi keluhan yang biasa muncul selama kehamilan.

Pengalaman tersebut tidak berarti setiap ibu hamil dapat melakukan bentuk olahraga atau kompetisi yang sama. Kondisi kehamilan setiap orang berbeda, termasuk kemampuan tubuh dalam merespons aktivitas fisik.

Karena itu, konsultasi medis dan persiapan yang terukur tetap diperlukan sebelum menjalani olahraga selama hamil. Kegiatan fisik perlu mengikuti kondisi ibu dan janin, bukan dipaksakan untuk memenuhi target kompetisi.

Pencapaian Lala Nabila memperlihatkan bahwa kehamilan dapat mengubah cara berolahraga tanpa harus selalu menghentikan aktivitas. Penyesuaian intensitas dan pemahaman atas batas tubuh menjadi unsur utama dalam perjalanannya di HYROX Osaka.

Baca Juga