Lahan Sudah Ada, PSEL Bekasi Ditargetkan Kurangi Beban Sampah 1.300 Ton per Hari

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan lima hektare untuk pembangunan PSEL Bekasi. Lokasi tersebut merupakan aset pemerintah daerah dan akan menjadi bagian dari proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan beroperasi pada 2029.

Selain lahan, pemerintah daerah menganggarkan Rp16,5 miliar untuk pematangan lokasi. Pelebaran jalan serta pembangunan jembatan menuju kawasan proyek juga diprioritaskan untuk menunjang mobilitas saat konstruksi berlangsung.

Persiapan proyekRincian
Lahan5 hektare aset pemerintah daerah
Pematangan lahanAnggaran Rp16,5 miliar
Akses konstruksiPelebaran jalan dan pembangunan jembatan
Kapasitas awal PSEL1.000 ton sampah per hari

Persiapan administratif, lahan, anggaran, dan akses disebut telah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berkoordinasi dengan PT Danantara Investment Management agar jadwal pembangunan tidak bergeser.

Menjawab tekanan di TPA Burangkeng

PSEL Bekasi dirancang dengan kapasitas awal pengolahan 1.000 ton sampah setiap hari. Angka tersebut ditujukan untuk mengurangi beban TPA Burangkeng yang saat ini menerima sekitar 1.300 ton sampah per hari.

Selisih antara kapasitas awal dan volume sampah yang masuk ke TPA membuat peningkatan kemampuan fasilitas direncanakan secara bertahap. Penyesuaian itu akan mengikuti kesiapan sistem pengangkutan dan operasional.

Kebutuhan pengelolaan sampah baru menjadi penting karena Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 3,4 juta penduduk dan ribuan perusahaan. Proyek ini diharapkan tidak hanya menekan timbunan sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi sumber energi listrik.

Mitra China masuk tahap teknis

Danantara telah memilih Everbright Harmony dari China sebagai mitra pembangunan PSEL Bekasi. Perusahaan itu disebut sebagai salah satu pengelola waste to energy terbesar di China.

Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menyatakan proses pemilihan mitra telah selesai. Tahap berikutnya adalah mempercepat desain dan persiapan konstruksi proyek strategis nasional tersebut.

“Kami optimistis pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai target sehingga menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi,” kata Fadli. Pernyataan itu disampaikan setelah Danantara melaporkan hasil pemilihan mitra kepada Plt Bupati Bekasi.

Target operasi pada 2029

Desain proyek ditargetkan rampung pada 2026. Groundbreaking dijadwalkan pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027.

Tahap pembangunanWaktu target
Penyusunan desain2026
GroundbreakingAkhir 2026 atau paling lambat Januari 2027
KonstruksiSekitar dua tahun
Mulai beroperasi2029

Pembangunan fisik fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Dengan skema tersebut, PSEL Bekasi diharapkan mulai menjalankan pengolahan sampah pada 2029.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan proyek ini diarahkan untuk membangun sistem penanganan sampah yang lebih baik. “Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya seperti dikutip Beritasatu.com.

Baca Juga