Koroner Pastikan Tak Ada Unsur Bunuh Diri dalam Kematian Pangeran Saudi di London

Koroner di London menyatakan tidak ada bukti Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud berniat mengakhiri hidupnya. Kematian pria 29 tahun itu ditetapkan sebagai kecelakaan setelah henti jantung yang dipicu campuran alkohol dan beberapa zat.

Asisten Koroner Jean Harkin mengatakan tidak menemukan pesan, surat, ataupun petunjuk lain yang mengarah pada tindakan bunuh diri di kamar hotel Abdullah. Penilaian itu juga sejalan dengan catatan dua fasilitas perawatan yang sebelumnya menangani ketergantungan alkohol dan obat penenangnya.

Putusan Berdasarkan Pemeriksaan Medis

Hasil autopsi tidak menemukan penyakit akut maupun kronis yang bisa menjelaskan kematian Pangeran Abdullah Al Saud. Pemeriksaan toksikologi kemudian menunjukkan adanya alkohol, GHB, ganja, alprazolam, dan sejumlah obat antikecemasan lain.

Kadar alkohol dalam darah Abdullah tercatat 222 miligram etanol per 100 mililiter darah. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dibandingkan batas legal mengemudi di Inggris yang sebesar 80 miligram etanol per 100 mililiter darah.

GHB terdeteksi pada kadar yang berpotensi mematikan dan ditemukan bersamaan dengan alkohol. Alprazolam, yang dikenal pula sebagai Xanax, ditemukan dalam dosis rekreasional, sedangkan obat antikecemasan lain berada dalam dosis terapi.

Berdasarkan seluruh bukti tersebut, Harkin menyimpulkan Abdullah mengalami henti jantung akibat gabungan zat yang dikonsumsinya. Koroner menetapkan kematiannya sebagai kematian akibat kecelakaan, bukan bunuh diri.

Catatan dari Klinik Perawatan

Abdullah telah lama berjuang melawan ketergantungan alkohol dan Xanax sebelum masuk perawatan pada Agustus 2025. Di Priory Clinic, Roehampton, ia menjalani detoksifikasi alkohol, benzodiazepine, pregabalin, serta obat antikecemasan.

Psikiater konsultan Victoria Chamorro menyatakan Abdullah menjalani program secara baik dan proses detoksifikasinya tidak memunculkan efek samping fisik. Ia juga disebut mendukung pasien lain dan mudah membangun pertemanan, walaupun saat masuk klinik mengalami suasana hati rendah serta gangguan kecemasan.

TahapWaktuInformasi Utama
DetoksifikasiAgustus 2025Menjalani perawatan intensif di Priory Clinic, Roehampton.
Perawatan lanjutanHingga 14 Oktober 2025Dirawat di Rainford Hall Clinic dan pulang setelah membaik.
Menginap di hotel19 November 2025Masuk Marriott Hotel Kensington di London Barat.
Ditemukan meninggal25 November 2025Ditemukan di kamar mandi kamar hotel.

Saat keluar dari Priory Clinic, Abdullah dinilai tidak memiliki risiko bunuh diri. Ia sempat tidak mengikuti konsultasi lanjutan melalui Zoom, tetapi pihak klinik tidak melihat hal itu sebagai tanda yang memunculkan kekhawatiran.

Abdullah kemudian melanjutkan perawatan di Rainford Hall Clinic di St Helens, Merseyside. Ia sempat mengalami infeksi saluran pernapasan atas di sana, lalu diizinkan pulang setelah kondisinya membaik.

Aktivitas Terakhir di Hotel

Abdullah menginap di Marriott Hotel Kensington sejak 19 November 2025 dan dijadwalkan berada di sana selama satu pekan. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan ia terakhir keluar hotel untuk merokok pada malam sebelum kematiannya.

Pada keesokan harinya, petugas kebersihan memasuki kamar Abdullah di lantai lima yang terkunci dari dalam. Abdullah ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi dalam kondisi masih mengenakan pakaian lengkap.

Petugas keamanan hotel dan tim ambulans mendatangi lokasi setelah penemuan itu. Upaya penyelamatan dilakukan, tetapi Abdullah dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Baca Juga