Rencana Italia memberikan kontrak empat tahun kepada Andrea Pirlo membuat penunjukan pelatih baru dipandang sebagai keputusan jangka panjang. Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi meminta FIGC memastikan pilihan itu dibuat secara masuk akal setelah pendekatan kepada Pep Guardiola berakhir dengan penolakan.
Abodi menilai keberhasilan atau kegagalan keputusan tersebut hanya akan terbukti melalui hasil di lapangan. Namun, ia menekankan pentingnya pandangan jauh ke depan mengingat durasi kesepakatan yang dikabarkan disiapkan untuk Pirlo.
“Hanya lapangan yang akan menentukan apakah keputusan ini sudah melihat jauh ke depan mengingat bahwa kesepakatannya seharusnya untuk empat tahun,” ucap Abodi. Ia tidak memberikan penilaian langsung atas kandidat yang akhirnya akan dipilih FIGC.
Pengalaman Pirlo di Level Klub
Pirlo saat ini masih terikat kontrak dengan United FC dari Uni Emirat Arab. Ia sebelumnya pernah melatih Juventus, Sampdoria, serta Karagumruk dari Turki.
Rekam jejak itu menjadi salah satu latar belakang mengapa namanya disebut berpeluang memimpin Italia. Abodi menyatakan Pirlo telah memiliki pengalaman dan pernah membuktikan nilainya sebagai pelatih.
“Pirlo punya pengalamannya sendiri sebagai pelatih, membuktikan nilainya,” ujar Abodi. Ia berharap mantan pelatih Juventus itu dapat menegaskan kapasitasnya jika benar mendapat kepercayaan dari federasi.
| Nama | Status | Catatan |
|---|---|---|
| Andrea Pirlo | Berpeluang direkrut | Dikabarkan akan mendapat kontrak empat tahun |
| Pep Guardiola | Menolak pendekatan | Ingin beristirahat setelah 10 tahun di Manchester City |
| Carlo Ancelotti | Pernah didekati | Nama pendekatan diungkap Paolo Maldini |
Kritik atas Negosiasi yang Terbuka
Sorotan Abodi terutama tertuju pada cara FIGC mengumumkan pendekatan kepada Guardiola dan Carlo Ancelotti. Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini sebelumnya membuka informasi mengenai dua target tersebut kepada publik.
Guardiola kemudian menolak karena ingin mengambil waktu istirahat setelah satu dekade menangani Manchester City. Penolakan itu memperkuat pandangan Abodi bahwa federasi sebaiknya tidak mengumumkan negosiasi sebelum memiliki keyakinan kuat.
“Saya tidak tahu apakah Guardiola sudah memikirkan hal ini secara matang,” kata Abodi kepada Sky TG24. Ia menilai pengungkapan pilihan pelatih harus didukung tingkat kepercayaan diri yang cukup bahwa kesepakatan bisa diwujudkan.
Menurut Abodi, opsi yang dibuka FIGC terlihat sangat berjauhan satu sama lain. Ia menilai pengungkapan target tanpa kepastian jawaban “ya” dapat terasa seperti perjudian.
“Alternatifnya terlihat sangat berjauhan sehingga mengungkapkannya tanpa keyakinan mendapat jawaban ya itu terasa seperti perjudian,” ujar Abodi. Bagi dia, Italia harus menghindari risiko itu ketika menentukan arah tim nasional.
Kekosongan setelah Gattuso
Kursi pelatih Italia kosong setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri pada April. Pengunduran diri itu menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Menurut laporan sport.detik.com, Pirlo kini menjadi sosok yang dikabarkan mengarah ke kursi tersebut. Abodi juga berharap pilihan Presiden FIGC Malago bersama Maldini dan Leonardo mampu membawa hasil sesuai kebutuhan Italia.
Penunjukan berikutnya akan membawa beban pemulihan setelah kegagalan menuju Piala Dunia 2026. Dengan kemungkinan kontrak empat tahun, keputusan FIGC terhadap Pirlo akan dinilai bukan hanya dari nama, tetapi juga hasil yang dibawanya.






