Setelah Pimpin Hamas, Khalil Al Hayya Usung 6 Langkah untuk Gaza dan Palestina

Khalil Al Hayya memulai kepemimpinannya di biro politik Hamas dengan enam agenda yang berpusat pada Gaza dan warga Palestina. Langkah paling mendesak yang ia sampaikan adalah penghentian total serangan Israel serta penarikan seluruh pasukan Israel.

Pidato pertamanya pada Rabu (22/7) menggabungkan tuntutan perang dihentikan dengan program kemanusiaan dan diplomatik. Agenda itu juga mencakup upaya menyatukan kelompok Palestina serta menggalang peran negara-negara Arab, Muslim, dan PBB.

Agenda baru di tengah pergantian pemimpin

Hamas mengumumkan Al Hayya sebagai kepala biro politik baru setelah menjalankan pemilihan internal sesuai aturan kelompok. Ia mengisi posisi yang sebelumnya dipegang Yahya Sinwar.

Sinwar tewas dalam bentrok dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024. Sebelum itu, ia menjadi pelaksana tugas kepala biro politik setelah Ismail Haniyeh tewas dibunuh Israel di Iran.

Daftar 6 langkah yang disampaikan Al Hayya

No.PrioritasSasaran
1Menghentikan serangan IsraelPenarikan seluruh pasukan Israel
2Menata pemulihan GazaKehidupan layak, rekonstruksi, dan tahanan
3Menyatukan PalestinaDialog nasional dan pembangunan lembaga
4Menguatkan hubungan kawasanNegara Arab dan Muslim
5Meningkatkan tekanan diplomatikTindakan efektif terhadap Israel
6Mendorong peran internasionalPerlindungan warga dan pertanggungjawaban

1. Penghentian perang dan penarikan pasukan

Al Hayya meminta negara-negara mediator menekan Israel untuk menerapkan perjanjian yang telah ada. Ia juga menyerukan agar proses tersebut dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Penghentian total serangan Israel dan penarikan seluruh pasukannya menjadi prioritas pertama Hamas. Tuntutan ini muncul ketika konflik di Gaza masih berlangsung.

2. Perlindungan warga serta rekonstruksi Gaza

Agenda kedua diarahkan pada kebutuhan mendesak warga Palestina yang terdampak perang. Al Hayya meminta penciptaan kehidupan layak, pencegahan penggusuran, percepatan rekonstruksi, dan pembebasan tahanan.

“[Kedua menciptakan] kondisi hidup yang layak bagi warga Palestina di Gaza, menggagalkan rencana penggusuran, mempercepat upaya rekonstruksi, dan mengamankan pembebasan tahanan,” kata Al Hayya, seperti dikutip Middle East Monitor. Penekanan itu menunjukkan isu kemanusiaan menjadi salah satu fokus utama.

Kerusakan fasilitas sipil dilaporkan meluas di Gaza akibat agresi Israel. Banyak warga juga tinggal di kamp pengungsian setelah meninggalkan tempat tinggal mereka.

3. Dialog untuk persatuan Palestina

Al Hayya menempatkan dialog nasional sebagai jalan untuk mencapai persatuan Palestina. Dialog tersebut ditujukan untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, terutama PLO.

Agenda ini memperlihatkan perhatian Hamas terhadap pembenahan struktur politik Palestina. Upaya itu disampaikan bersamaan dengan tuntutan penghentian perang dan pemulihan Gaza.

4. Penguatan relasi dengan negara kawasan

Prioritas keempat adalah memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim. Al Hayya memasukkan kerja sama kawasan ke dalam langkah diplomatik awalnya.

Hubungan dengan negara-negara tersebut dipandang penting dalam mendorong dukungan bagi Palestina. Agenda ini juga menjadi dasar bagi seruan tekanan politik yang lebih besar terhadap Israel.

5. Tekanan lebih kuat terhadap Israel

Al Hayya meminta negara-negara Arab dan Muslim memobilisasi tindakan efektif terhadap Israel. Ia menyerukan peningkatan tekanan untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina di Gaza.

Dalam pidatonya, ia menyebut tindakan Israel sebagai “mesin pembunuh dan genosida”. Ia mengaitkan desakan itu dengan pembelaan terhadap hak-hak Palestina.

6. Tuntutan kepada PBB dan komunitas internasional

Prioritas terakhir meminta PBB dan komunitas internasional memberikan perlindungan kepada warga Palestina. Al Hayya juga mendesak pertanggungjawaban Israel atas tindakan yang ia sebut sebagai kejahatan perang.

Menurut CNN Indonesia, lebih dari 72.000 warga tewas dan ratusan ribu lainnya terluka akibat agresi Israel. Kondisi tersebut menjadi alasan utama Hamas menuntut penghentian serangan serta percepatan pemulihan Gaza.

Baca Juga