Kepergian Robert Kambu kembali membawa ingatan pada masa ketika Persipura menjadi juara Liga Indonesia sebanyak tiga kali. Mantan Ketua Umum Persipura itu meninggal dunia di RSUD Dok II Kota Jayapura pada Jumat (24/7), dalam usia 78 tahun.
Duka terasa kuat karena Persipura kini tengah berjuang di kompetisi kasta kedua. Kondisi tersebut berbanding dengan periode 2005 hingga 2010/2011, ketika Mutiara Hitam mengangkat trofi liga secara berulang.
Penghormatan dari Mutiara Hitam
Persipura mengenang Kambu melalui unggahan foto di akun Instagram resminya. Klub menyertakan pesan, “Selamat jalan Bapak Robert Kambu.”
Kambu lahir pada 14 Juni 1948 dan dikenal sebagai sosok yang membawa perubahan besar bagi Persipura. Kepergiannya meninggalkan duka bagi masyarakat Papua serta para pendukung klub asal Jayapura tersebut.
Jejak Gelar yang Dibangun Bertahap
Gelar pertama Persipura pada era Kambu lahir pada 2005 setelah Rahmad Darmawan ditunjuk sebagai pelatih. Keputusan mendatangkan pelatih yang akrab disapa RD itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan klub.
Persipura kemudian menambah dua gelar Liga Indonesia pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. Boaz Solossa bersama rekan-rekannya menjadi bagian dari tim yang meraih keberhasilan dalam periode tersebut.
| Musim/Tahun | Hasil | Makna dalam Era Kambu |
|---|---|---|
| 2005 | Juara Liga Indonesia | Trofi liga pertama Persipura |
| 2008/2009 | Juara Liga Indonesia | Gelar kedua Mutiara Hitam |
| 2010/2011 | Juara Liga Indonesia | Persembahan terakhir sebelum Kambu lengser |
Trofi 2010/2011 memiliki makna khusus karena menjadi gelar terakhir yang dipersembahkan Persipura kepada Kambu sebelum ia tidak lagi memimpin. CNN Indonesia mencatat tiga gelar tersebut menempatkannya sebagai Ketua Umum paling sukses dalam sejarah klub.
Transformasi di Tengah Kondisi Kompetisi
Sebelum memasuki era milenium, Persipura belum dikenal sebagai tim yang konsisten berada di papan atas Liga Indonesia. Pada masa itu, banyak klub menjalankan kompetisi dengan dukungan dana pemerintah daerah atau APBD.
Kambu lekat dengan periode perubahan yang membawa Persipura dari situasi tersebut menuju pencapaian nasional. Perannya juga beriringan dengan kiprahnya sebagai Wali Kota Jayapura setelah terpilih pada 2000.
Persipura masih menambah satu gelar liga pada musim 2013 setelah masa kepemimpinan Kambu berakhir. Klub juga menjadi juara turnamen bernuansa kompetisi pada 2016.
Meski koleksi prestasi klub terus bertambah setelahnya, tiga gelar pada era Kambu memiliki tempat tersendiri dalam memori Mutiara Hitam. Warisan itu tidak hanya berupa trofi, melainkan perubahan status Persipura menjadi salah satu kekuatan sepak bola Indonesia.






