Keigo Higashino meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah membangun karier yang menghasilkan lebih dari 100 judul novel. Penulis yang pernah bekerja sebagai insinyur itu juga mencatat penjualan lebih dari 100 juta buku di Jepang.
Karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa, menjadikan cerita misteri Higashino dikenal oleh pembaca di banyak negara. Kepergiannya menutup perjalanan seorang penulis yang menggabungkan logika, kejahatan, dan konflik psikologis dalam narasi populer.
Dari Teknik Elektro ke Novel Misteri
Higashino lahir di Osaka dan menempuh pendidikan teknik elektro di Universitas Prefektur Osaka. Sebelum beralih sepenuhnya ke dunia sastra, ia bekerja sebagai insinyur sambil terus menulis novel.
Latar teknik itu tercermin dalam kecenderungannya merancang misteri dengan logika ilmiah dan susunan teka-teki yang rumit. Cerita-ceritanya tidak semata mencari jawaban atas identitas pelaku, tetapi juga menguji cara pembaca memahami kejahatan.
Novel debutnya, Hokago atau After School, terbit pada 1985 dan membawa terobosan awal bagi Higashino. Buku itu memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo ke-31, penghargaan penting bagi penulis misteri.
Hokago mengangkat pembunuhan di sebuah sekolah perempuan dan memperkenalkan detektif Kyoichiro Kaga. Sesudah keberhasilan itu, Higashino pindah ke Tokyo dan menekuni kepenulisan sebagai pekerjaan penuh waktu.
Ciri Misteri yang Berbeda
Dalam banyak karya Higashino, informasi tentang pembunuhan atau pelaku dapat muncul sejak awal cerita. Ketegangan kemudian dibangun melalui pertarungan psikologis antara pihak yang menyembunyikan rahasia dan penyidik yang berupaya mengungkapnya.
Pendekatan tersebut memberi tekanan berbeda dibanding misteri yang menyimpan jawaban hingga halaman terakhir. Pembaca diajak mengikuti proses, motif, dan celah logika yang menentukan apakah sebuah kejahatan dapat terbongkar.
| Karya | Tahun atau Jadwal | Keterangan |
|---|---|---|
| Hokago | 1985 | Memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo ke-31 |
| The Devotion of Suspect X | 2006 | Meraih Naoki Prize dan Honkaku Mystery Award ke-6 |
| Eternal Memory | 5 Agustus | Dijadwalkan terbit di Jepang |
Warisan Detective Galileo
The Devotion of Suspect X menjadi salah satu karya Higashino yang paling dikenal secara internasional. Novel tahun 2006 itu merupakan bagian dari seri Detective Galileo dan menempatkan pembunuhan sebagai titik awal konflik.
Kesuksesan novel tersebut berlanjut dalam berbagai adaptasi film dan televisi. Serial Galileo yang terkait dengan kisah Suspect X dibintangi Masaharu Fukuyama serta Kou Shibasaki.
Akun @higashinokeigo_, yang dikelola oleh tujuh perusahaan penerbit, mengabarkan bahwa Higashino meninggal pada dini hari 23 Juli. Pengumuman pada 27 Juli 2026 itu memuat pesan, “Saya yakin, kisah-kisah yang beliau ciptakan akan terus memikat banyak pembaca.”
Japan News melaporkan Higashino meninggal akibat kanker usus besar. Saat kabar duka disampaikan, novel baru Detective Galileo berjudul Eternal Memory telah dijadwalkan hadir di Jepang pada 5 Agustus.
Kompas.com mencatat karya Higashino telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Dengan jangkauan tersebut dan penerbitan Eternal Memory, warisan cerita sang penulis tetap akan hadir bagi pembaca misteri di berbagai negara.






