Angin Kencang Percepat Api di Valencia, Prancis Kirim Warga Mengungsi ke Bordeaux

Angin berkecepatan 20 hingga 35 kilometer per jam mempercepat penyebaran kebakaran di Manises, Valencia, Spanyol. Kebakaran itu menewaskan satu orang sebelum api berhasil dikendalikan sekitar empat jam setelah mulai menjalar.

Pada waktu hampir bersamaan, Prancis menghadapi kebakaran hutan yang memicu pengungsian besar di Gironde dan Landes. Otoritas mengarahkan warga dari sedikitnya lima kota menuju Bordeaux melalui peringatan darurat yang dikirim ke ponsel.

Korban Jiwa di Kota Manises

Api di Manises mulai menyebar sekitar tengah hari pada Sabtu waktu setempat. Kebakaran terjadi di wilayah pesisir timur Spanyol dan bergerak cepat akibat hembusan angin.

Dewan Kota Manises mengonfirmasi satu korban meninggal melalui unggahan di X. Dalam pernyataan resminya, dewan kota mengatakan, “Sayangnya, kebakaran telah merenggut nyawa satu orang.”

Pemerintah kota menetapkan dua hari berkabung resmi sebagai penghormatan kepada korban. Kebijakan itu juga ditujukan untuk mengapresiasi Pemadam Kebakaran, Perlindungan Sipil, Polisi, dan Garda Sipil yang menangani kebakaran.

Media Indonesia melaporkan api dapat dikendalikan sekitar empat jam setelah penyebaran awal. Meski demikian, kejadian tersebut menunjukkan cepatnya perubahan situasi ketika kebakaran dipengaruhi angin kencang.

Wilayah TerdampakFakta UtamaPenanganan
Manises, ValenciaSatu orang tewas, api dipercepat anginPengendalian api sekitar empat jam
Gironde, PrancisEvakuasi baru di sedikitnya lima kotaPeringatan ponsel dan pengungsian ke Bordeaux
Landes, PrancisWarga terdampak kebakaran dan pengungsianPenanganan bersama wilayah sekitar

Prancis Hadapi Puluhan Titik Kebakaran

Di Prancis barat daya, sekitar 30 titik api dilaporkan berkobar secara bersamaan. Ratusan ribu warga telah mengungsi dari Gironde dan Landes ketika petugas berupaya membatasi dampak kebakaran.

Bordeaux menjadi lokasi penampungan bagi ribuan warga yang terisolasi oleh situasi darurat. Perpindahan warga dalam jumlah besar menjadi salah satu tantangan utama bagi layanan penyelamat setempat.

Asap pekat turut mengganggu kehidupan warga Bordeaux. Banyak kegiatan luar ruangan dibatalkan, sementara penduduk memilih menutup jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

Magnus Danaher, warga Bordeaux berusia 25 tahun, mengatakan bahwa ia dan orang-orang di sekitarnya bertahan di dalam rumah sepanjang hari. Ia menyebut asap sangat pekat saat jendela dibuka dan langit di wilayahnya berubah kuning sepenuhnya.

Jerman Kirim Helikopter dan Personel

Bantuan dari Jerman menyusul keadaan darurat di Prancis. Kanselir Friedrich Merz menyatakan negaranya mengirim helikopter, pesawat A400, dan personel penyelamat setelah berkoordinasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dukungan itu ditujukan bagi wilayah Prancis yang terdampak kebakaran. Di tengah kondisi tersebut, otoritas di Spanyol dan Prancis terus memprioritaskan pengendalian api, perlindungan masyarakat, serta penanganan warga yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Baca Juga