Masalah kelistrikan memicu lebih dari 60% insiden kebakaran di Jakarta sepanjang 2025. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta itu memperlihatkan besarnya risiko yang dapat muncul dari instalasi listrik yang tidak ditangani dengan tepat.
Di tengah tingginya angka tersebut, Schneider Electric menargetkan peningkatan kompetensi hingga 8.000 tenaga kelistrikan di Indonesia. Target itu dijalankan melalui program Schneider Electric Electrician Academy yang berlangsung dari Juli hingga Desember 2026.
Program ini menyasar teknisi listrik, retailer, serta tenaga penjual toko listrik di berbagai wilayah Indonesia. Peserta akan mengikuti pembelajaran digital secara bertahap selama enam bulan.
Target dan jadwal program
| Komponen | Rincian | Target atau jadwal |
|---|---|---|
| Program | Schneider Electric Electrician Academy | Juli–Desember 2026 |
| Peserta | Teknisi, retailer, dan tenaga penjual toko listrik | Hingga 8.000 peserta |
| Puncak kegiatan | Electrician Day | 27 Oktober 2026 |
Menurut informasi yang dilaporkan Medcom.id, inisiatif tersebut dimulai pada 3 Juli 2026. Schneider Electric menempatkan pengembangan kemampuan tenaga kelistrikan sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat praktik instalasi yang aman.
Peserta memperoleh akses ke modul pembelajaran mandiri, webinar bulanan, kuis interaktif, dan pemantauan perkembangan belajar. Materi yang disiapkan mencakup perkembangan kelistrikan terkini serta penerapan instalasi yang aman, berkualitas, dan sesuai standar.
Kompetensi pemasang menjadi faktor penting
Keselamatan sistem listrik tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan. Kemampuan tenaga yang memasang, menggunakan, dan merawat instalasi juga berperan dalam mengurangi risiko korsleting, sengatan listrik, hingga kebakaran.
Kebutuhan tersebut semakin relevan ketika hunian semakin terhubung dan penggunaan solusi energi efisien terus berkembang. Perubahan pada sistem kelistrikan modern menuntut pemasangan dan pemeliharaan yang dilakukan secara tepat.
Kesalahan dalam menangani instalasi dapat menimbulkan dampak serius bagi penghuni maupun bangunan. Karena itu, pelatihan diarahkan untuk memperkuat pemahaman praktis peserta, bukan hanya penguasaan teori.
Skema digital selama enam bulan juga dirancang agar peserta dapat mengikuti materi secara bertahap. Pemantauan progres secara berkala digunakan untuk melihat keterlibatan peserta sepanjang rangkaian pembelajaran.
Toko listrik mendapat peran edukasi
Program ini turut melibatkan pemilik dan tenaga penjual toko listrik. Mereka dibekali pengetahuan produk agar dapat memberikan edukasi dan rekomendasi solusi kelistrikan yang lebih tepat kepada konsumen.
Peran tenaga penjual dinilai penting karena konsumen sering mencari informasi sebelum memilih perangkat listrik. Pemahaman produk yang lebih baik diharapkan mendukung rekomendasi yang mengutamakan aspek keamanan.
Untuk memperluas partisipasi, Schneider Electric bekerja sama dengan PT Dana Purna Investama (DPI), penyedia layanan manajemen fasilitas gedung. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menjangkau lebih banyak tenaga kelistrikan di Indonesia.
Sertifikasi dan apresiasi peserta aktif
Peserta yang aktif dan menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran berkesempatan memperoleh sertifikasi serta sejumlah bentuk apresiasi. Fasilitas yang disiapkan mencakup peluang pembiayaan sertifikasi kompetensi resmi, perjalanan religi, asuransi kesehatan, dan voucher staycation.
Peluang sertifikasi menjadi salah satu insentif dalam program tersebut, dengan syarat peserta tetap aktif mengikuti tahapan pelatihan. Seluruh rangkaian akan mencapai puncaknya dalam Electrician Day pada 27 Oktober 2026 sebagai momentum apresiasi atas pencapaian dan kelulusan peserta.






