Usai Dibobol Indonesia 5 Gol, Kamboja Kesulitan Menemukan Komposisi Terbaik

Kamboja belum menemukan susunan pemain yang mampu memberi hasil di Piala AFF 2026. Saat menghadapi Indonesia, perubahan pilihan pemain oleh Koji Gyotoku tidak mencegah kekalahan 1-5.

Tim itu sebelumnya juga kalah 1-2 dari Singapura pada laga pembuka Grup A. Dua hasil tersebut mempersempit peluang Kamboja untuk melangkah dari fase grup dan meningkatkan tekanan terhadap tim serta staf pelatih.

Rotasi Belum Membawa Perbaikan

Pada laga pertama, Kamboja menurunkan lima pemain naturalisasi. Performa sejumlah pemain itu belum dinilai stabil, termasuk Coulibaly dan Bento yang dianggap belum memberi dampak berarti.

Coulibaly dan Bento tidak dimainkan saat Kamboja berhadapan dengan Indonesia. Pelatih tetap menurunkan beberapa pemain naturalisasi lain sebagai starter dalam upaya membenahi penampilan tim.

Ogawa termasuk pemain yang dinilai cukup baik pada pertandingan tersebut. Namun, Hikaru dan Mirzaev mendapat penilaian rendah ketika Kamboja kesulitan menghadapi serangan Indonesia.

Mirzaev ditarik keluar pada babak pertama saat Kamboja sudah tertinggal tiga gol. Keputusan itu menggambarkan masalah Kamboja dalam menemukan kombinasi pemain yang sesuai dengan kebutuhan pertandingan.

Naturalisasi Menjadi Sorotan

Kamboja merekrut pemain naturalisasi yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Jepang, Brasil, Uzbekistan, dan Pantai Gading. Kehadiran mereka semula diharapkan dapat memperkuat daya saing tim nasional.

Namun, dua pertandingan awal membuat sebagian pendukung menilai kontribusi para pemain tersebut belum sebanding dengan harapan. Perdebatan pun meluas dari performa individu menuju arah pembangunan sepak bola Kamboja.

Menurut Suara.com, seorang warga Kamboja menulis di laman federasi, “Kami berharap pemain naturalisasi membawa perubahan, tapi laga melawan Indonesia menunjukkan perbedaan kualitas yang nyata.” Kritik serupa muncul karena tim belum menunjukkan permainan yang konsisten dalam dua laga awal.

Warganet lain juga menyampaikan pandangan berbeda tentang strategi tersebut. “Harus diakui mereka tidak cukup istimewa. Sepak bola Kamboja perlu dibangun secara bertahap, bukan bergantung pada pemain naturalisasi,” tulisnya.

Catatan yang Lebih Buruk dari Edisi Sebelumnya

Situasi Kamboja saat ini berpotensi menjadi kemunduran jika dibandingkan dengan dua penampilan terakhir mereka di Piala AFF. Mereka pernah mengumpulkan poin pada fase grup dalam edisi 2022 dan 2024.

EdisiHasil KambojaCatatan
Piala AFF 20226 poin di fase grupRaihan terbaik dibanding situasi kini
Piala AFF 20244 poin di fase grupMasih mengumpulkan poin
Piala AFF 2026Kalah dua kaliTakluk dari Singapura dan Indonesia

Kamboja masih akan menghadapi Vietnam dan Timor-Leste dalam lanjutan Grup A. Kedua laga itu menjadi ruang bagi tim untuk menjawab kritik terhadap performa dan kebijakan naturalisasi yang sedang dipertanyakan.

Hasil pertandingan tersisa juga akan menentukan seberapa jauh Kamboja mampu keluar dari tekanan setelah kekalahan beruntun. Perbaikan permainan menjadi kebutuhan utama agar peluang mereka tidak semakin menipis.

Baca Juga