Setelah Satu Dekade dan Treble, John Stones Membuka Babak Baru di Inter Milan

Setelah 10 tahun membela Manchester City, John Stones memilih membuka babak baru bersama Inter Milan pada musim panas ini. Kepindahan itu mengakhiri perjalanan sang bek Inggris yang menghasilkan 16 trofi, termasuk treble musim 2022/2023.

Perubahan klub ini menempatkan Stones pada situasi yang berbeda di usia 32 tahun. Ia meninggalkan periode penuh gelar di Inggris untuk mencoba gaya permainan baru di Italia.

Dari 16 Trofi ke Tantangan Baru

Kontrak Stones di Manchester City berakhir pada Juni 2026. Selama satu dekade di klub Manchester itu, ia menjadi bagian dari rentetan pencapaian yang memberi bobot khusus pada perpisahannya.

Fase KarierRincianCatatan
Manchester City10 tahunKontrak berakhir Juni 2026
Trofi16 gelarTreble musim 2022/2023
Klub berikutnyaInter MilanBergabung musim panas ini

Angka 16 trofi menggambarkan masa sukses Stones bersama Manchester City. Meski demikian, ia memilih tidak melanjutkan kariernya di lingkungan yang telah dikenalnya dalam waktu panjang.

Inter menjadi tujuan untuk fase berikutnya. Di klub Italia tersebut, Stones akan kembali berbagi ruang ganti dengan Manuel Akanji, yang sebelumnya juga menjadi rekannya di Manchester City.

Persaingan yang Tidak Mudah

Stones menyadari bahwa Serie A menawarkan tingkat kompetisi yang ketat. Ia menyoroti persaingan banyak tim untuk memperebutkan tiket Liga Champions.

Menurut Detik Sport, Stones menyebut liga Italia sebagai arena yang menuntut kesiapan tinggi. “Serie A adalah liga yang sengit; ada banyak tim kuat yang bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions,” ujar Stones.

Inter akan memulai Liga Italia musim 2026 pada 22 Agustus 2026. Pada laga pertama musim tersebut, tim itu dijadwalkan menjamu Monza di Stadion Giuseppe Meazza.

Pertandingan itu menjadi bagian awal agenda kompetitif Stones bersama Inter. Kehadirannya juga menambah opsi bagi lini belakang tim menjelang musim domestik dimulai.

Meninggalkan Zona Nyaman

Bagi Stones, perpindahan ini memberi peluang untuk mengenal corak sepak bola yang belum menjadi kebiasaannya. Ia menempatkan keputusan tersebut sebagai upaya keluar dari zona nyaman.

“Saya sangat antusias menghadapi tantangan ini dan merasakan gaya sepak bola baru yang belum terbiasa bagi saya. Saya telah keluar dari zona nyaman, jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi,” tambah Stones.

Pernyataan itu menegaskan alasan personal di balik langkahnya menuju Italia. Stones tidak hanya berganti klub, tetapi juga memasuki kompetisi dengan ritme dan persaingan yang dipandang berbeda.

Musim bersama Inter akan menjadi ujian adaptasi setelah pengalaman panjangnya di Manchester City. Tantangan menghadapi Serie A kini menjadi fokus utama Stones dalam kelanjutan kariernya.

Baca Juga