JETOUR T2 menjaga kenyamanan kabin saat melaju di jalan tol, tetapi tetap memiliki dukungan untuk menghadapi jalan bergelombang dan rusak menuju Ciwidey. Perjalanan sekitar 600 kilometer dari Bogor ke Ciwidey, Kabupaten Bandung, lalu Kota Bandung memperlihatkan dua karakter penggunaan yang berbeda tersebut.
Di jalan tol, bobot kendaraan membantu SUV ini tetap stabil ketika kecepatan meningkat. Peredaman kabin menjaga suara angin dan kebisingan dari luar agar percakapan penumpang tidak banyak terganggu.
Ruang kabin dirancang lega bagi pengemudi maupun penumpang belakang, dengan posisi duduk tinggi untuk memberikan pandangan lebih luas ke depan. Dashboard berdesain minimalis dan futuristis menambah nuansa modern pada area interior.
Suspensi Menghadapi Jalan Bergelombang
Jalur menuju Kawah Putih menghadirkan jalan bergelombang yang menguji kerja suspensi JETOUR T2. Guncangan dari permukaan lintasan dapat diredam dengan baik sehingga hentakan yang terasa di dalam kabin tetap minim.
Ground clearance tinggi turut membantu kendaraan ketika melewati lubang, jalan berbatu, dan bagian rute yang belum sepenuhnya beraspal. Bentuk bodi boxy dengan garis tegas juga menegaskan karakter SUV yang diarahkan untuk kebutuhan petualangan.
JETOUR T2 dilengkapi Auto Hold untuk menahan kendaraan ketika berhenti di tanjakan tanpa pengemudi perlu terus menekan rem. Hill Descent Control membantu menjaga kecepatan saat turunan curam agar pengereman tidak dilakukan secara berkelanjutan.
Tenaga dan Pengaturan Traksi
Mesin 2.0 liter turbo empat silinder menghasilkan sekitar 251 PS dengan torsi puncak 390 Nm. Tenaga ini dipadukan dengan transmisi otomatis 8 percepatan dan sistem Intelligent 4WD.
Ketika memasuki tanjakan panjang menuju Ciwidey, penyaluran tenaga berlangsung halus untuk membantu kendaraan mempertahankan laju. Kondisi itu mengurangi kebutuhan pengemudi untuk menginjak pedal gas secara agresif.
Sistem X Drive menyediakan mode Eco, Normal, Sport, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Mode tersebut mengubah respons mesin, transmisi, penggerak empat roda, serta kontrol traksi agar daya cengkeram lebih sesuai dengan kondisi lintasan.
| Kondisi Perjalanan | Konsumsi Bahan Bakar | Gambaran Rute |
|---|---|---|
| Perkotaan | Sekitar 10 km/liter | Kemacetan dan stop and go |
| Jalan tol | Sekitar 13 km/liter | Laju lebih stabil |
| Pegunungan | Sekitar 8 km/liter | Tanjakan, tikungan, aspal rusak |
Menurut haloyouth.pikiran-rakyat.com, konsumsi bahan bakar mengikuti perubahan karakter jalan yang ditempuh. Konsumsi tertinggi tercatat saat mobil berada di jalan tol, sementara rute pegunungan membuat angkanya menurun karena medan yang lebih berat.
Di lalu lintas perkotaan Bogor yang padat, konsumsi JETOUR T2 berada di kisaran 10 km per liter. Saat memasuki jalur pegunungan Ciwidey, angka tersebut menjadi sekitar 8 km per liter.
Dimensi SUV ini mencakup panjang sekitar 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Ukuran tersebut mendukung kebutuhan ruang kabin dan kestabilan untuk perjalanan perkotaan, lintas kota, maupun jalur dengan kondisi yang lebih menantang.






