Teknologi i-DM pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM menawarkan jarak tempuh gabungan hingga 1.200 km apabila baterai serta tangki bahan bakar terisi penuh. Klaim tersebut menjadi jawaban bagi pengguna yang menginginkan efisiensi tenaga listrik tanpa melepaskan fleksibilitas mesin bensin.
Konsep Plug-in Hybrid Electric Vehicle ini memungkinkan kendaraan dipakai untuk kebutuhan rutin maupun rute jarak jauh. Pengguna tidak hanya mengandalkan fasilitas pengisian daya karena mesin bensin tetap menjadi salah satu sumber tenaga kendaraan.
Bagaimana i-DM Mengatur Sumber Tenaga
Intelligent Dual Mode menggabungkan mesin 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Sistem tersebut menentukan penggunaan tenaga listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya secara otomatis.
Pengaturan dilakukan oleh Hybrid Management System dengan mempertimbangkan kondisi jalan yang dilalui. Tujuannya adalah menjaga respons tenaga sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih efisien dibanding mobil bermesin bensin konvensional di kelasnya.
Pengemudi tetap dapat memilih pengaturan sesuai kebutuhan melalui Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode. Ketiga pilihan itu memberi ruang untuk mengatur karakter kendaraan dan strategi penggunaan daya baterai sepanjang perjalanan.
Perbedaan Ada pada Perangkat Penggerak
Walaupun mengusung sistem dasar yang sama, T1 dan T2 mendapat paket perangkat yang berlainan. Jetour membedakan keduanya berdasarkan orientasi penggunaan, bukan sekadar membedakan nama model.
| Model | Penggerak Listrik | Transmisi | Karakter |
|---|---|---|---|
| Jetour T1 i-DM | Satu motor listrik | 1 Speed DHT | Nyaman dan praktis untuk harian |
| Jetour T2 i-DM | Dua motor listrik | 3 Speed DHT | Performa dan kebutuhan petualangan |
Jetour T1 i-DM menggunakan satu motor listrik dan 1 Speed DHT untuk mendukung kebutuhan komuter perkotaan serta perjalanan jauh. Model ini memiliki lima skenario kerja hibrida yang mengatur perpindahan sumber tenaga.
Jetour T2 i-DM memakai dua motor listrik dengan transmisi 3 Speed DHT agar respons tarikan lebih cepat. Model ini memiliki sembilan skenario kerja hibrida, selaras dengan kebutuhan tenaga lebih besar dan kemampuan menghadapi beragam medan jalan.
Pengisian Cepat dan Sumber Listrik Portabel
Selain penggerak hibrida, sistem i-DM didukung regenerative braking untuk membantu mengisi ulang baterai. Saat kendaraan melambat, energi dari pengereman dimanfaatkan sebagai sumber self-charging bagi baterai.
Jetour menyediakan DC fast charging dengan daya 50 kW untuk pengisian baterai. Sistem ini juga membawa Vehicle to Load atau V2L 3,3 kW yang memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber listrik portabel.
Fungsi V2L dapat memasok daya bagi perangkat elektronik, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan aktivitas luar ruang termasuk berkemah. Fitur tersebut menambah fungsi kendaraan ketika pengguna berada di lokasi yang membutuhkan pasokan listrik.
Pendekatan Berbeda untuk Pengguna Berbeda
Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, menyebut setiap model i-DM disiapkan dengan pendekatan berbeda. “Karena itu, Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen,” katanya dalam keterangan resmi.
Dengan demikian, jarak gabungan hingga 1.200 km bukan satu-satunya pembeda pada jajaran ini. T1 menekankan penggunaan yang praktis, sementara T2 menawarkan konfigurasi lebih kompleks untuk tuntutan performa dan perjalanan di beragam kondisi.






