Dari Satgas Covid-19 ke IKN, Jejak Troy Pantouw Berakhir sebelum Jadwal Khotbah

Perjalanan Troy Harrold Yohanes Pantouw di bidang komunikasi membentang dari radio, televisi, korporasi, hingga lembaga publik. Pengabdian terakhirnya berlangsung di Otorita IKN, sebelum ia meninggal dunia pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Troy wafat pada sore hari di Rumah Sakit Hermina IKN dalam usia 58 tahun. Ia dikenal sebagai Juru Bicara dan Staf Khusus Komunikasi Publik Otorita IKN.

Kepergiannya terjadi ketika ia masih menyiapkan agenda pelayanan di luar pekerjaan kedinasan. Sehari setelah wafat, ia sedianya membawakan firman dalam dua sesi Ibadah Raya di Gereja Bethany Nusantara FOG Ringroad, Balikpapan.

Jadwal pelayanan itu direncanakan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut tidak sempat diisi oleh Troy.

Lintasan Karier Komunikasi

Troy memulai perjalanan profesionalnya sebagai penyiar radio pada 1988. Ia kemudian menjadi Produser Eksekutif SCTV selama periode 1990 hingga 1992.

Setelah berkiprah di penyiaran televisi, ia menangani bidang hubungan masyarakat di sejumlah perusahaan besar. Pengalaman korporasinya antara lain mencakup Danone AQUA dan Standard Chartered Bank.

PeriodePeranKeterangan
1988Penyiar radioAwal karier komunikasi
1990–1992Produser Eksekutif SCTVKarier di penyiaran televisi
2020–2022Komunikasi Satgas Covid-19Komunikasi satuan tugas
Sejak 2023Komunikasi Otorita IKNKomunikasi pembangunan Nusantara

Pada 2020 hingga 2022, Troy menjadi bagian dari komunikasi Satgas Covid-19. Sejak 2023, ia meneruskan pengabdian dalam bidang komunikasi publik di Otorita IKN.

Peran itu menempatkannya sebagai salah satu penyampai perkembangan pembangunan ibu kota Nusantara kepada masyarakat. Kebutuhan informasi publik yang luas menjadi bagian dari tugas yang dijalankannya.

Iman dalam Kehidupan Sehari-hari

Di balik pekerjaannya sebagai praktisi komunikasi, Troy aktif melayani sebagai penatua. Ia rutin memimpin ibadah Minggu untuk pekerja di rumah susun IKN dan Hunian Pekerja Konstruksi atau HPK.

Kegiatan tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan komunitas pekerja di kawasan Nusantara. Ia hadir memberi penguatan spiritual di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung di sana.

Troy kerap menyampaikan pesan bahwa Tuhan merupakan muara perjalanan manusia. Ia juga mengingatkan tentang pengawasan Tuhan atas perbuatan manusia serta terbukanya pengampunan bagi mereka yang datang dengan ketulusan hati.

Dalam perbincangan yang dikutip Media Indonesia, Troy menjelaskan keyakinan yang ia pegang dalam bekerja. “Saya melibatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan. Itulah alasan mengapa saya selalu mendapat pekerjaan yang baik, terutama di IKN,” ujarnya.

Latar Pendidikan dan Pengabdian

Troy lahir di Surabaya pada 8 Mei 1968. Ia merupakan alumnus Psikologi Untag Surabaya dan melanjutkan pendidikan master di University of Central England, Inggris.

Latar pendidikan, pengalaman komunikasi, serta aktivitas pelayanan membentuk jejak hidupnya. Dalam kesehariannya, pekerjaan publik dan iman dijalankan sebagai tanggung jawab yang saling berkaitan.

Kepergian Troy meninggalkan catatan pengabdian di proyek strategis negara sekaligus komunitas pekerja di Nusantara. Ia dikenang melalui peran komunikasinya serta pelayanan yang tetap dijalankan di tengah tugas profesional.

Rencana khotbah di Balikpapan yang tidak sempat terlaksana menutup rangkaian aktivitasnya menjelang wafat. Namun, rekam jejaknya menunjukkan perjalanan panjang seorang komunikator yang menghubungkan tugas publik dengan keyakinan pribadi.

Baca Juga