Angka oktan pada nozzle pengisian bahan bakar tidak seharusnya dipilih hanya karena harganya lebih murah atau mudah ditemukan. Pemilik mobil perlu menjadikan rasio kompresi mesin serta rekomendasi pabrikan sebagai dasar menentukan BBM.
Pertalite memiliki angka oktan RON 90 dan bukan bahan bakar yang dirancang bagi semua kendaraan. Pertamina Patra Niaga menyebut BBM tersebut sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi sekitar 9:1 hingga 10:1.
Penggunaan oktan yang tidak sesuai dalam waktu lama disebut berisiko mengganggu kondisi mesin. Karena itu, buku panduan manual kendaraan menjadi tempat pertama yang perlu diperiksa sebelum mengisi tangki.
Contoh Mobil yang Memerlukan Oktan Lebih Tinggi
Toyota Alphard generasi terbaru lansiran 2023 membutuhkan bahan bakar dengan RON minimum 91 atau lebih tinggi berdasarkan panduan pabrikannya. Dengan ketentuan tersebut, Pertalite RON 90 tidak sesuai untuk model itu.
Oto.detik.com mencatat Alphard generasi baru masih pernah ditemukan menggunakan Pertalite. Situasi itu memperlihatkan bahwa kemampuan membeli kendaraan tidak selalu diikuti pemilihan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin.
| Objek | Angka Oktan atau Rasio Kompresi | Acuan Penggunaan |
|---|---|---|
| Pertalite | RON 90, kompresi 9:1 hingga 10:1 | Untuk mesin dalam rentang tersebut |
| Toyota Alphard 2023 | Minimum RON 91 | Menggunakan BBM RON 91 atau lebih tinggi |
Pertalite juga memiliki kadar sulfur kurang dari 500 ppm. Aditif di dalamnya disebut membantu pembakaran lebih efisien sehingga jarak tempuh kendaraan dapat lebih jauh.
Karakter tersebut tidak serta-merta membuat Pertalite menjadi pilihan universal. Setiap mobil tetap memiliki kebutuhan berbeda berdasarkan rancangan mesin dan ketentuan produsennya.
Pemakaian Pertalite Ikut Disorot dalam Rencana Pembatasan
Persoalan kecocokan BBM kembali menjadi perhatian ketika pemerintah membahas pembatasan penyaluran Pertalite. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan subsidi perlu diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
Kelompok desil 9 dan desil 10, yang tergolong keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi, dikaitkan dengan rencana tersebut. Pemerintah menilai dana subsidi yang mencapai ratusan triliun rupiah tidak seharusnya dinikmati pengguna kendaraan mewah.
Bahlil mencontohkan BMW dan Mercedes-Benz sebagai kendaraan yang tidak semestinya menggunakan bahan bakar subsidi. Pajak tahunan Toyota Alphard yang disebut sekitar Rp 21 juta juga menjadi alasan mobil sejenis dinilai tidak layak mengakses subsidi.
Teknis pembatasan belum diumumkan secara rinci, tetapi jenis kendaraan disebut dapat menjadi salah satu pertimbangan. Saat ini, kendaraan dengan barcode MyPertamina masih dapat membeli Pertalite hingga maksimal 50 liter per hari.
Pemeriksaan buku manual dapat membantu pemilik mobil menghindari pilihan BBM yang tidak sesuai. Rekomendasi oktan dari pabrikan tetap menjadi panduan paling aman, terutama bagi kendaraan yang membutuhkan RON lebih tinggi dari Pertalite.






