Israel menyatakan serangan udaranya di Lebanon selatan menyasar infrastruktur Hizbullah, tetapi operasi tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang. Tiga anak termasuk dalam korban meninggal, sementara 19 orang lainnya dilaporkan terluka.
Kontras antara klaim sasaran Israel dan laporan korban sipil memicu kecaman dari pejabat Lebanon. Serangan di distrik Nabatieh itu juga meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Lebanon selatan akan kembali memburuk.
Militer Israel mengatakan operasi dilakukan di kawasan Nabatieh dan Ansar sebagai tanggapan atas aksi terhadap tentaranya di Punggungan Ali al-Taher. Keterangan tersebut menjadi dasar penjelasan Israel mengenai serangan yang berlangsung pada dini hari Sabtu.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menolak anggapan bahwa keberadaan kelompok atau aktivitas tertentu dapat membenarkan serangan ke wilayah Lebanon. Ia menyebut eskalasi tersebut sangat berbahaya bagi upaya memperkuat stabilitas di bagian selatan negara itu.
“Keberadaannya tidak memberi Israel hak untuk melanggar wilayah Lebanon atau membahayakan warga sipil,” kata Salam. Pernyataan itu menyoroti risiko yang dihadapi penduduk ketika serangan terjadi di wilayah permukiman.
Hizbullah Ancam Memberi Respons
Hizbullah menyatakan Israel harus memahami bahwa serangan dan pelanggaran tidak dapat terus terjadi tanpa konsekuensi. Kelompok itu menilai upaya Israel untuk memaksakan keadaan baru di lapangan tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Musuh Israel harus memahami dengan baik bahwa serangan, pelanggaran, dan upaya mereka untuk memaksakan fait accompli tidak dapat berlanjut, dan akan dibalas dengan apa yang pantas mereka dapatkan,” kata Hizbullah. Namun, kelompok tersebut tidak menjelaskan bentuk maupun waktu respons yang dimaksud.
Dalam pernyataannya, Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon menghentikan negosiasi langsung yang disebutnya “memalukan”. Kelompok itu juga meminta pemerintah tidak lagi mengandalkan mediasi Amerika Serikat.
Hizbullah menilai Washington lebih mendukung kepentingan Israel daripada kedaulatan Lebanon. Ancaman ini menambah unsur ketidakpastian dalam situasi keamanan setelah serangan di Nabatieh.
Ansar dan Deir ez-Zahrani Jadi Lokasi Korban
Pemerintah Lebanon mengonfirmasi bahwa korban tersebar di Ansar dan Deir ez-Zahrani. Ansar mencatat tujuh korban meninggal, sedangkan Deir ez-Zahrani mencatat empat orang tewas.
| Lokasi Serangan | Korban Tewas | Korban Luka |
|---|---|---|
| Ansar | 7 orang, termasuk 3 anak | 2 orang |
| Deir ez-Zahrani | 4 orang | 17 orang |
Jumlah korban luka di Deir ez-Zahrani mencapai 17 orang, lebih tinggi daripada Ansar yang melaporkan dua orang luka. Kedua lokasi tersebut berada di distrik Nabatieh, wilayah yang menjadi sasaran operasi Israel.
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menyebut serangan tersebut sebagai “pembantaian”. Ia menilai serangan itu sebagai kelanjutan dari pemusnahan yang terjadi di Lebanon selatan.
Perbedaan narasi antara Israel dan pejabat Lebanon memperlihatkan besarnya jurang penilaian atas operasi tersebut. Israel menekankan sasaran yang dikaitkan dengan Hizbullah, sedangkan Lebanon menyoroti pelanggaran wilayah serta korban di kalangan sipil.
Serangan di Ansar dan Deir ez-Zahrani kini menambah tekanan terhadap upaya menjaga stabilitas di Lebanon selatan. Peringatan Hizbullah mengenai balasan berpotensi membuat situasi di kawasan itu semakin genting.






