Instagram bersiap menambah jalur percakapan antara calon pembeli dan brand melalui layanan Meta Business Agent. Asisten berbasis AI ini dirancang membantu bisnis menjawab pertanyaan produk tanpa pengguna harus meninggalkan percakapan.
Ekspansi tersebut dapat membuat informasi yang tidak tercantum dalam unggahan tetap bisa ditanyakan langsung kepada brand. Namun, Meta belum mengumumkan jadwal peluncuran spesifik layanan itu di Instagram.
AI untuk Percakapan Produk
Meta Business Agent telah tersedia melalui WhatsApp untuk mendukung layanan pelanggan bisnis. Sistem ini dapat beroperasi sepanjang waktu untuk menjawab pertanyaan, membagikan katalog, memberi rekomendasi produk, dan melakukan kualifikasi prospek.
Asisten tersebut juga dirancang menggunakan gaya komunikasi khas dari setiap brand. Dengan begitu, respons kepada pelanggan tidak hanya mengandalkan keterangan singkat yang tercantum dalam sebuah unggahan.
Contoh penggunaan yang disampaikan adalah ketika calon pembeli ingin mengetahui pilihan warna kaus kaki. Jika detail tersebut tidak muncul pada postingan, pengguna dapat mengirim pertanyaan kepada merek melalui WhatsApp untuk memperoleh informasi yang tersedia.
Wakil Presiden Meta Asia Pasifik, Ben Joe, mengatakan agen ini dapat merespons secara instan serta memahami karakter komunikasi brand. Menurut dia, sistem juga dapat mengetahui detail produk dan ketersediaan stok, dengan kemampuan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Tag Produk Menjadi Pintu Masuk
Rencana kehadiran layanan AI di Instagram berkaitan dengan pengalaman belanja yang sudah dimulai dari konten. Pengguna dapat menemukan produk melalui tag yang terpasang dalam Reel, lalu mengetuknya untuk membuka daftar barang terkait.
Joe menjelaskan bahwa proses itu memangkas langkah tambahan saat seseorang tertarik pada barang yang dilihat di konten. Produk ditempatkan menyatu dengan materi yang sedang ditonton pengguna.
“Pada dasarnya, Anda hanya perlu melihat Reel tersebut, mengetuk tag-nya, dan simsalabim! Anda langsung masuk ke daftar produk,” ujar Joe dalam Virtual briefing APAC Meta Business Updates 2026. Ia menilai produk yang menyatu dalam konten memungkinkan pengguna berbelanja tanpa langkah tambahan.
Tag produk dapat menjadi tahap awal ketika pengguna menemukan barang yang menarik. Percakapan dengan brand kemudian berpotensi mengambil peran saat calon pembeli membutuhkan rekomendasi atau informasi yang lebih rinci.
Tambahan Kanal untuk Brand
Skema ini menempatkan layanan percakapan sebagai bagian dari perjalanan belanja, bukan hanya sarana bantuan setelah pengguna menemukan produk. Brand dapat melayani pertanyaan pelanggan ketika minat belanja masih muncul dari konten yang mereka lihat.
Untuk perusahaan berskala besar, Meta menyediakan platform Meta Business Agent yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang lebih luas. Shopee disebut sebagai salah satu pihak yang telah memanfaatkan platform tersebut.
Dalam briefing itu, Meta menyebut platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari satu juta bisnis. Perluasan ke Instagram akan memberi brand kanal tambahan di dalam ekosistem Meta untuk merespons kebutuhan pelanggan.
Meski demikian, detail mengenai negara yang akan mendapat akses awal, jenis akun yang didukung, dan cakupan ketersediaan layanan di Instagram belum disampaikan. Meta juga belum menjelaskan kapan pengguna dapat mulai memakai jalur percakapan AI tersebut di platform ini.






