Mencari Indukan hingga Eropa dan Brasil, Jalan Cepat Kurangi Impor 1 Juta Sapi

Pemerintah membuka kemungkinan mendatangkan sapi indukan dari Eropa, Brasil, dan negara lain untuk mempercepat pengembangan peternakan nasional. Langkah itu disiapkan ketika Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta sapi dan belum mencapai swasembada daging sapi.

Penyediaan indukan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memperkuat populasi ternak di dalam negeri. Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa memperoleh ternak pembibit bukan perkara mudah.

“Bisa dari Eropa, bisa dari Brasil, dan lain-lain. Kan enggak mudah juga tuh dapet indukan,” ujar Zulkifli Hasan. Pernyataan itu menempatkan kerja sama dengan negara lain sebagai salah satu unsur dalam rencana percepatan peternakan.

Dua Wilayah yang Disebut Pemerintah

WilayahPosisi dalam Rencana
EropaPotensi sumber sapi indukan
BrasilPotensi sumber sapi indukan

Pemerintah belum memerinci negara mitra secara keseluruhan maupun jumlah sapi indukan yang akan didatangkan. Belum ada pula penjelasan mengenai jadwal pelaksanaan pengadaan ternak tersebut.

Yang telah disampaikan pemerintah adalah rencana membangun kerja sama dengan sejumlah negara. Tujuannya agar indukan sapi dapat masuk untuk mendukung percepatan pengembangan peternakan nasional.

Perpres Disiapkan sebagai Penggerak

Pemerintah telah mengusulkan Peraturan Presiden atau Perpres untuk mempercepat pengembangan peternakan sapi. Regulasi itu disiapkan sebagai langkah kebijakan dalam menghadapi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa impor sapi Indonesia masih berada di angka sekitar 1 juta ekor. Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketergantungan impor daging sapi.

“Iya, bener. Kita masih impor 1 juta sapi. Sudah ada kami usulkan Perpres untuk pengembangan dengan cepat gitu. Nanti kerja sama dengan beberapa negara agar kita bisa masuk indukan, ya. Indukan sapi itu,” kata Zulkifli Hasan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut laporan finance.detik.com, pemerintah memandang pengembangan peternakan perlu dipercepat untuk merespons angka impor sapi tersebut. Perpres yang diusulkan menjadi salah satu instrumen untuk menopang rencana pengembangan itu.

Target Produksi di Dalam Negeri

Masuknya ternak pembibit diarahkan untuk menunjang pengembangan peternakan di dalam negeri. Agenda ini berkaitan dengan target swasembada daging sapi yang hingga kini belum tercapai.

Pemerintah belum menyampaikan target jumlah populasi sapi maupun target waktu swasembada dalam pernyataan tersebut. Tantangan utama yang disorot tetap berada pada penyediaan indukan dan percepatan pengembangan peternakan nasional.

Agenda Pangan Selain Sapi

Pemerintah juga menyiapkan gerakan penanaman bawang putih secara massal di 17 provinsi. Program itu ditujukan untuk menekan impor komoditas bawang putih.

Gerakan tersebut disebut akan diluncurkan pada tanggal 19 dengan pelibatan Kapolri, Menteri Pertanian, pemerintah, dan Presiden. Zulkifli Hasan menyatakan penanaman bawang putih akan mulai dilakukan melalui gerakan tersebut.

Pengadaan sapi indukan dan penanaman bawang putih memperlihatkan dua agenda pangan yang tengah didorong pemerintah. Untuk peternakan sapi, keberlanjutan kerja sama penyediaan indukan akan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan impor.

Baca Juga