IHSG berbalik menguat pada perdagangan sesi I Jumat, 14 Agustus 2026, ketika arah pasar saham Asia bergerak bervariasi. Indeks naik 35,42 poin atau 0,56 persen ke level 6.337,19, sementara YPAS dan AGAR menyentuh batas auto rejection atas atau ARA.
Penguatan itu menarik perhatian karena IHSG sempat bergerak lesu pada awal perdagangan. Sepanjang sesi I, indeks bergerak dalam rentang 6.267 hingga 6.343.
Di kawasan Asia, Hang Seng Hong Kong melemah 0,93 persen dan Shanghai China turun 0,21 persen. Sebaliknya, Nikkei Jepang naik 0,41 persen serta Straits Times Singapura menguat 0,09 persen.
Indeks LQ45 di dalam negeri naik 0,75 persen. Kenaikan tersebut lebih besar dibandingkan penguatan IHSG pada sesi yang sama.
Barang Baku dan Infrastruktur Menopang Indeks
Sektor barang baku menjadi penopang utama IHSG setelah melonjak 1,54 persen. Sektor infrastruktur menyusul dengan kenaikan 1,5 persen.
Barang konsumsi nonprimer bertambah 1,16 persen, sedangkan barang konsumsi primer naik 0,97 persen. Sektor energi juga menguat 0,96 persen.
Tidak semua sektor bergerak positif pada sesi I. Sektor kesehatan turun 0,35 persen dan sektor keuangan melemah tipis 0,03 persen.
Aktivitas perdagangan mencapai 17,9 miliar lembar saham dengan nilai Rp6,48 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.042.100 kali.
YPAS dan AGAR Memimpin Kenaikan
PT Yanaprima Hartapersada Tbk (YPAS) menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah naik 25 persen ke Rp1.200 per saham. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menyusul dengan lonjakan 24,9 persen hingga Rp1.605.
Keduanya mencapai batas ARA pada penutupan sesi I. SLIS, PEHA, dan INTD juga mencatat kenaikan dua digit.
| Kode | Perusahaan | Kenaikan | Harga Terakhir |
|---|---|---|---|
| YPAS | PT Yanaprima Hartapersada Tbk | 25,00% | Rp1.200 |
| AGAR | PT Asia Sejahtera Mina Tbk | 24,90% | Rp1.605 |
| SLIS | PT Gaya Abadi Sempurna Tbk | 21,59% | Rp107 |
| PEHA | PT Phapros Tbk | 18,94% | Rp314 |
| INTD | PT Inter Delta Tbk | 16,43% | Rp326 |
PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menguat 21,59 persen menjadi Rp107 per saham. PT Phapros Tbk (PEHA) naik 18,94 persen ke Rp314 dan PT Inter Delta Tbk (INTD) bertambah 16,43 persen menjadi Rp326.
Tekanan Jual Belum Hilang
Penguatan indeks tidak diikuti seluruh saham yang diperdagangkan. Jumlah saham melemah mencapai 297 emiten, lebih banyak daripada 292 saham yang menguat, sedangkan 196 saham stagnan.
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) terkena tekanan hingga menyentuh batas auto rejection bawah atau ARB. BAIK turun 14,85 persen menjadi Rp390, sementara BABY terkoreksi 14,71 persen ke Rp232 per saham.
PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) turun 10,44 persen menjadi Rp163. PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) melemah 9,72 persen ke Rp195 dan PT Back Multi Global Tbk (BACH) turun 8,24 persen menjadi Rp468.
Data sesi I menunjukkan penguatan IHSG didorong sektor-sektor tertentu dan pergerakan saham unggulan, meski tekanan jual masih muncul pada sejumlah emiten. Perbedaan arah tersebut terlihat bersamaan dengan kondisi pasar Asia yang juga tidak seragam.






