Bukan Sekadar Renovasi, Husein Sastranegara Kini Penuhi Syarat untuk Jet Berbadan Sedang

Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara tidak hanya menghadirkan pembaruan terminal penumpang. Bandara di Bandung itu kini telah memenuhi persyaratan keselamatan untuk mendukung pesawat jet berbadan sedang, termasuk Boeing 737-800.

Landasan kesiapan tersebut adalah sertifikat bandara yang memastikan fasilitas PKP-PK telah mencapai Kategori 7. Kategori ini diperlukan untuk pelayanan pesawat jet berbadan sedang.

Kementerian Perhubungan menerbitkan Sertifikat Bandar Udara Nomor 005.1/SBU/VII/2026 pada 23 Juli 2026. Sertifikat diberikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara.

Sertifikasi tersebut menjadi salah satu tahap penting untuk mengoptimalkan kembali fungsi bandara dalam mendukung konektivitas udara dari Bandung. InJourney Airports menyiapkan aspek keselamatan, infrastruktur, sumber daya manusia, serta alur pelayanan penumpang.

Pembaruan Melampaui Area Terminal

Terminal penumpang direnovasi dengan konsep modern yang memasukkan unsur kearifan budaya Jawa Barat. Pembaruan ini menjadi bagian dari transformasi yang dijalankan melalui pilar fasilitas, sumber daya manusia, dan proses.

Area yang diperbarui mencakup toilet, mushala, ruang perawatan bayi, dan tempat tunggu transportasi publik. Fasad terminal serta taman di sisi udara juga ditata dalam rangka meningkatkan pengalaman penumpang.

Bandara turut menyiapkan ruang kerja bersama untuk penumpang yang menunggu penerbangan. Kehadiran fasilitas tersebut menambah pilihan aktivitas di terminal selama masa tunggu.

Area OptimalisasiPembaruanManfaat
TerminalRenovasi fasilitas umum dan pembaruan tampilanMeningkatkan kenyamanan penumpang
Sisi udaraPerbaikan landas pacu, jalur taksi, dan apronMendukung operasi pesawat jet
KeselamatanPKP-PK naik dari Kategori 5 ke Kategori 7Memenuhi standar pesawat berbadan sedang

Perubahan pada terminal berjalan beriringan dengan pembenahan sisi udara. InJourney Airports melakukan perbaikan pada sejumlah titik di landas pacu, jalur taksi, dan apron untuk kesiapan pesawat jet berbadan sedang.

Fasilitas PKP-PK juga ditingkatkan dari Kategori 5 menjadi Kategori 7. Peningkatan kemampuan ini menjadi bagian dari pemenuhan standar keselamatan penerbangan di bandara.

Persiapan Operasional dan Personel

Pilar sumber daya manusia diarahkan pada ketersediaan personel sesuai kebutuhan operasional. Pada saat yang sama, pilar proses difokuskan pada kelancaran layanan keberangkatan dan kedatangan.

Layanan pengantaran dan penjemputan turut menjadi perhatian dalam pengaturan proses di bandara. Pendekatan tersebut dimaksudkan agar pergerakan penumpang dan layanan darat dapat berlangsung lebih tertata.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menyatakan penerbitan sertifikat merupakan perkembangan nyata dalam proses optimalisasi. Persiapan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Arie menyebut persiapan berjalan lancar setelah sertifikat bandara diterbitkan. Ia mengapresiasi dukungan dari Kementerian Perhubungan, TNI AU, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan pihak terkait lainnya.

Cakupan Layanan yang Disiapkan

Kesiapan Bandara Husein Sastranegara tidak hanya diarahkan bagi pesawat jet, melainkan juga pesawat propeler. Bandara ditargetkan melayani penerbangan niaga berjadwal domestik dan internasional, penerbangan niaga tidak berjadwal, serta angkutan udara bukan niaga.

InJourney Airports optimistis seluruh tahapan optimalisasi dapat diselesaikan sesuai jadwal. Sertifikat Kategori 7, perbaikan sisi udara, dan pembaruan layanan terminal menjadi rangkaian kesiapan bandara untuk mendukung pilihan perjalanan udara dari Bandung.

Baca Juga