Honor Robot Phone Mengubah Kamera Belakang Jadi Gimbal yang Bisa Mengikuti Pengguna

Honor menyiapkan pendekatan berbeda pada Robot Phone dengan menempatkan kamera belakang di modul gimbal yang dapat bergerak secara fisik. Kamera tersebut dapat menggeser dan memiringkan sudut pandang untuk menjaga pengguna tetap berada di tengah bingkai saat panggilan video maupun siaran langsung.

Modul ini tidak sekadar berfungsi sebagai penstabil video seperti gimbal pada ponsel umumnya. Kamera dapat mengangguk dan mengikuti arah pengguna, sehingga posisi ponsel tidak perlu terus-menerus diubah ketika pengambilan gambar berlangsung.

Gimbal Keluar dari Bodi Belakang

Honor Robot Phone memakai gimbal mekanis tiga sumbu dengan empat arah pergerakan. Ketika diaktifkan melalui gestur tangan, modul kamera akan muncul dari sisi belakang perangkat lalu terbentang untuk menjalankan proses perekaman.

Mekanisme fisik tersebut menjadi bagian utama dari pengalaman penggunaan perangkat. Honor memanfaatkan pergerakan perangkat keras agar sudut kamera bisa disesuaikan secara otomatis tanpa pengguna harus mengatur posisi ponsel secara manual.

BagianDetailFungsi
KameraGimbal mekanis tiga sumbuMembantu penstabilan video
PergerakanEmpat arahMenggeser dan memiringkan modul kamera
AktivasiGestur tanganMemunculkan kamera dari sisi belakang perangkat

CNNIndonesia.com, yang mengutip South China Morning Post, melaporkan fungsi kamera robotik itu dioperasikan dengan gestur tangan. Setelah menerima perintah, kamera gimbal keluar dari bodi belakang dan mengambil posisi untuk merekam.

AI Berpadu dengan Perangkat Keras

Robot Phone juga membawa kemampuan AI agentic standar untuk menjalankan sejumlah tugas lintas aplikasi. Namun, pembeda terbesarnya berada pada penggunaan embodied AI yang dipadukan dengan komponen bergerak pada perangkat.

Pendekatan tersebut menempatkan AI bukan hanya sebagai perangkat lunak yang bekerja di layar. Pada Robot Phone, kemampuan AI juga diarahkan untuk membantu pengalaman perekaman video melalui pergerakan kamera secara fisik.

Honor belum menyampaikan rincian sensor kamera, resolusi video, maupun spesifikasi layar Robot Phone dalam informasi yang tersedia. Karena itu, kemampuan pencitraan perangkat ini masih belum dapat dinilai dari sisi spesifikasi teknis secara menyeluruh.

Kerja Sama dengan Arri

Untuk pengembangan teknologi gambar, Honor menggandeng Arri, produsen kamera sinema asal Jerman. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas pencitraan tetap menjadi fokus di samping desain kamera yang dapat bergerak.

Keterlibatan Arri memberi konteks berbeda bagi Robot Phone, yang tidak hanya mengandalkan bentuk perangkat yang tidak lazim. Honor juga berupaya menempatkan teknologi pemrosesan dan hasil gambar sebagai bagian dari nilai jual perangkat tersebut.

Robot Phone sebelumnya diperlihatkan Honor pada ajang Mobile World Congress pada Maret 2026. Perangkat itu kemudian dijadwalkan mulai dijual di China pada Selasa, 18 Agustus, dengan harga 9.999 yuan.

Strategi Honor di Tengah Tekanan Industri

Peluncuran Robot Phone berlangsung saat industri ponsel menghadapi persaingan ketat untuk memasukkan AI ke dalam produk konsumen. Produsen perangkat keras juga menghadapi kenaikan harga memori dan kelangkaan komponen.

IDC memproyeksikan pengiriman ponsel pintar global turun 14 persen pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat inovasi bentuk dan fungsi perangkat menjadi salah satu cara produsen membedakan produknya di pasar.

Honor yang berbasis di Shenzhen sebelumnya menyatakan komitmen investasi US$10 miliar selama lima tahun untuk transformasi AI pada 2025. Perusahaan itu juga memperluas ambisinya di bidang robotika setelah memamerkan robot humanoid yang meraih medali emas pada setengah maraton robot humanoid di Beijing pada April.

Robot Phone memperlihatkan arah pengembangan Honor yang menggabungkan ponsel, AI, dan robotika dalam satu perangkat konsumen. Langkah tersebut ditempuh ketika perusahaan juga tengah mempersiapkan IPO di China.

Baca Juga