Saat Helm Palsu Pecah Dua, TVS Tekankan Perlindungan Anak di Motor

Helm palsu tidak mampu bertahan dalam demonstrasi benturan yang dilakukan di Karawang dan akhirnya terbelah menjadi dua bagian. Sebaliknya, helm berstandar SNI yang diuji dalam kesempatan sama tetap utuh meski terdapat goresan tipis.

Kontras tersebut diperlihatkan PT TVS Motor Company Indonesia kepada siswa sekolah dasar untuk menegaskan risiko penggunaan helm yang tidak memenuhi standar. Pesan utamanya menyasar anak-anak yang masih sering menjadi penumpang sepeda motor.

Bukan Sekadar Membagikan Helm

TVS Indonesia membagikan 100 helm anak berstandar SNI di SDN Kutanegara II, Karawang, Jawa Barat. Pembagian ini menjadi bagian dari kampanye sosial Safety Starts with Youth yang memadukan perlengkapan berkendara dengan edukasi keselamatan.

Siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai alasan memakai helm, tetapi juga cara mengenalinya. Mereka diajak memahami ciri helm SNI, kegunaan visor, dan pentingnya tali pengaman yang terkunci dengan benar.

Tali pengaman perlu dipasang sampai terdengar bunyi klik agar helm tidak mudah lepas saat digunakan. Penjelasan praktis tersebut disampaikan agar anak dapat mengenali penggunaan helm yang benar dalam keseharian.

Objek PengujianHasil Uji BenturanKondisi Akhir
Helm SNI asliMenahan benturanUtuh dengan goresan tipis
Helm palsuTidak bertahan saat dijatuhkanPecah menjadi dua bagian

Melibatkan Kepolisian Lalu Lintas

Demonstrasi impact test dan sesi edukasi interaktif itu dibawakan bersama Aipda Syarif Hidayat dari Satlantas Polresta Karawang. Jajaran manajemen perusahaan juga hadir dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.

Menurut Suara.com, program tersebut lahir dari perhatian terhadap masih rendahnya kesadaran penggunaan helm bagi anak yang dibonceng motor. Padahal, anak sebagai penumpang juga menghadapi risiko besar jika kecelakaan terjadi di jalan.

Karena itu, materi keselamatan tidak hanya berfokus pada pengendara dewasa. Anak-anak diperkenalkan pada alasan memilih helm yang memenuhi standar dan mengenakan pelindung kepala secara tepat.

Target 500 Helm di Jabodetabek

TVS menargetkan distribusi total 500 helm anak di Jabodetabek hingga 2027. Kegiatan di SDN Kutanegara II menjadi sekolah pertama dalam inisiasi program keselamatan jalan perusahaan tersebut.

Pemilihan sekolah itu juga berkaitan dengan hubungan sebelumnya antara TVS dan SDN Kutanegara II. Pada 2007, perusahaan melakukan renovasi total gedung serta fasilitas sekolah, lalu melanjutkan pemberian penghargaan tahunan bagi siswa berprestasi.

Regional Business Head TVS Indonesia & Singapore TVS Motor Company, Anthony Ho, menyebut keselamatan jalan raya sebagai salah satu prioritas kepedulian TVS Group. “Tidak hanya terhadap pelanggan kami, kami juga peduli terhadap keselamatan generasi muda di jalan raya,” ujar Anthony Ho.

TVS Group telah memproduksi kendaraan roda dua sejak 1979. Melalui program keselamatan jalan raya, perusahaan ingin mendorong tumbuhnya kesadaran budaya aman dan selamat di jalan sejak usia muda.

Baca Juga