Hari Ketiga Kebakaran KMP Putri Yasmin, Armada Laut dan Udara Sisir Area Lebih Jauh

Armada laut dan helikopter dikerahkan lebih jauh dari titik awal kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Pada hari ketiga operasi, tim gabungan menyisir sektor selatan hingga barat daya untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat arus.

Operasi pencarian masih berlangsung setelah kebakaran kapal yang terjadi dalam pelayaran Padangbai-Lembar. Pelabuhan Lembar di Lombok Barat menjadi pusat koordinasi bagi seluruh personel dan armada yang terlibat.

Berbagai Kapal Dikerahkan di Jalur Penyeberangan

Unsur pencarian laut mencakup KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna. Tim juga mengerahkan KAL Belongas, KAL Lembar, kapal patroli TNI Angkatan Laut, serta kapal komersial di sekitar jalur pelayaran.

Pengamatan dari laut dilengkapi penyisiran menggunakan helikopter PT SGI. Helikopter itu bergerak menuju sektor selatan dan barat daya dari lokasi kejadian awal.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi menyebut pengerahan helikopter dilakukan dalam operasi hari ketiga. “Untuk hari ketiga proses pencarian terhadap KMP Putri Yasmin, kami menggerakkan helikopter dari PT SGI untuk menyisir langsung dari udara menuju sektor selatan barat daya dari lokasi kejadian awal,” kata Hariyadi.

Ratusan personel dari sejumlah instansi terlibat dalam penanganan insiden tersebut. Kantor SAR Mataram, SAR Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, dan KSOP Lembar menjadi bagian dari unsur operasi.

DVI Biddokkes Polda NTB serta tim medis RSUD NTB dan RSUD Mataram juga dikerahkan. Kolaborasi ini mendukung pencarian, penanganan korban, dan kebutuhan koordinasi di posko Pelabuhan Lembar.

Kebakaran Terjadi Dini Hari

KMP Putri Yasmin terbakar pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.39 WITA. Saat insiden terjadi, kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar.

Tim gabungan telah mengevakuasi 172 penumpang dan kru dari kapal tersebut. Dalam peristiwa itu, satu warga negara Indonesia dilaporkan meninggal dunia dan satu warga Australia dilaporkan selamat.

Manifest Menjadi Bagian Penting Penanganan

Penanganan insiden juga dihadapkan pada perbedaan antara jumlah orang dalam manifest dan data evakuasi. Manifest resmi mencatat 131 orang, yang terdiri dari 114 penumpang serta 17 kru.

Sementara itu, data tim gabungan menunjukkan 172 penumpang dan kru telah dievakuasi. Selisih tersebut menjadi konteks penting dalam pencarian yang masih dilakukan di perairan Selat Lombok.

Data Penumpang dan KruJumlahRincian
Manifest resmi131 orang114 penumpang dan 17 kru
Data evakuasi172 orangPenumpang dan kru

Perbedaan angka itu mengindikasikan dugaan kelebihan kapasitas atau penumpang yang tidak tercatat dalam manifest. Keakuratan data penumpang diperlukan agar proses pendataan, evakuasi, dan pencarian dalam keadaan darurat dapat berjalan lebih terarah.

Menurut Investor Daily, penyisiran akan terus dilakukan sampai semua sektor yang telah ditetapkan diperiksa menyeluruh. Insiden kebakaran ini juga kembali menyoroti kelayakan armada dan kesiapan alat keselamatan dalam transportasi laut.

Baca Juga