Chip GDDR7 3GB Tembus USD 70, Peluncuran Nvidia RTX 5000 Super Tertahan

Harga satu chip GDDR7 berkapasitas 3GB dilaporkan telah mencapai sekitar USD 60 hingga USD 70. Lonjakan biaya ini disebut menjadi alasan utama Nvidia menahan peluncuran lini RTX 5000 Super.

Hambatannya bukan berasal dari persoalan performa kartu grafis, melainkan dari biaya produksi yang sulit dikendalikan. Penggunaan modul memori baru berisiko membuat harga akhir produk terlalu tinggi bagi pasar.

Selisih Harga Chip Sangat Lebar

VideoCardz melaporkan chip GDDR7 2GB standar berada di kisaran USD 20 per unit. Dengan kapasitas yang hanya lebih besar 50%, harga chip 3GB justru dapat melampaui tiga kali lipat dari modul standar tersebut.

Jenis MemoriKapasitasHarga yang Dilaporkan
GDDR7 standar2GBSekitar USD 20
Memori GDDR7 3GB3GBSekitar USD 60 hingga USD 70

Kondisi tersebut dapat memperbesar bill of material atau BOM pada setiap kartu grafis yang memakai konfigurasi memori baru. Nvidia dilaporkan juga telah meminta mitra pembuat kartu grafis untuk menahan peluncuran produk terkait.

Modul 3GB sebenarnya menawarkan keuntungan penting bagi rancangan kartu grafis. Nvidia dapat menaikkan kapasitas VRAM tanpa menambah jumlah modul memori atau mengubah bus memori yang digunakan.

Pendekatan itu memungkinkan desain kartu tetap lebih sederhana dibandingkan penggunaan lebih banyak chip memori. Namun, manfaat teknis tersebut menjadi kurang menarik ketika harga tiap modul meningkat sangat tajam.

Tekanan Margin bagi Mitra Pembuat Kartu

Sejak 2025, pengadaan chip memori disebut dilakukan secara mandiri oleh masing-masing mitra pembuat papan sirkuit atau board partner. Artinya, kenaikan harga memori langsung meningkatkan beban biaya yang harus ditanggung para mitra tersebut.

Situasi akan semakin rumit apabila Nvidia menginginkan kartu seri Super dijual pada atau mendekati MSRP. Margin keuntungan mitra dapat menjadi sangat tipis, bahkan ada risiko produksi tidak dilakukan karena setiap unit berpotensi menimbulkan kerugian.

Tekanan harga ini muncul ketika kapasitas manufaktur DRAM dan NAND dilaporkan banyak diserap oleh perusahaan komputasi AI. Pasokan yang ketat membuat kartu grafis baru dengan kebutuhan memori lebih besar menghadapi tantangan biaya yang lebih berat.

Sejumlah Model Masih Berstatus Ditahan

Beberapa model dilaporkan sedang dipersiapkan untuk jajaran Nvidia RTX 5000 Super, tetapi jadwal peluncurannya belum diputuskan. RTX 5050 9GB juga disebut terdampak karena dikabarkan menggunakan chip GDDR7 3GB.

ModelDetail yang DilaporkanStatus
GeForce RTX 5080 SuperMasuk daftar model yang dikerjakanDitahan
GeForce RTX 5070 Ti SuperMasuk daftar model yang dikerjakanDitahan
GeForce RTX 5070 SuperMasuk daftar model yang dikerjakanDitahan
GeForce RTX 5050 9GBDisebut memakai GDDR7 3GBBelum diputuskan

Informasi mengenai model-model tersebut masih berupa laporan dan bocoran, bukan pengumuman resmi Nvidia. Indikasinya menguat setelah nama RTX 5080 Super muncul dalam kalkulator daya atau PSU milik Seasonic.

RTX 5070 Super dan RTX 5070 Ti Super sebelumnya juga telah ditambahkan ke kalkulator Seasonic pada September, menurut informasi yang dikutip dari TechSpot. Kemunculan beberapa nama itu memperkuat dugaan bahwa lini Super memang tengah disiapkan.

Pasokan Memori Belum Tentu Segera Pulih

Kekhawatiran terhadap Krisis Pasokan Memori menambah ketidakpastian terhadap waktu peluncuran produk-produk tersebut. SK Hynix sebelumnya memperkirakan 2027 dapat menjadi periode terburuk bagi industri dari sisi ketersediaan memori.

Perusahaan itu juga memperkirakan permintaan pasar dapat terus melampaui pasokan hingga melewati 2030. Jika Nvidia menunggu harga memori turun, jadwal RTX 5000 Super dan RTX 5050 9GB berpotensi tetap tidak pasti.

Baca Juga