Bukan Penjual Mobil, Handal Mengisi Pabriknya lewat Perakitan Merek China

PT Handal Indonesia Motor (HIM) tidak menjual mobil dengan merek sendiri, tetapi fasilitasnya menjadi tempat perakitan sejumlah kendaraan asal China. Pilihan untuk bertahan sebagai perusahaan manufaktur independen membuat kapasitas pabrik di Purwakarta dapat digunakan oleh berbagai mitra.

Langkah itu berangkat dari kebutuhan mengisi utilisasi fasilitas yang tersedia. Di tengah pertumbuhan merek China di Indonesia, perusahaan perakitan seperti HIM menawarkan jalur produksi lokal bagi prinsipal yang belum memiliki pabrik sendiri.

Presiden Direktur HIM Denny Siregar menyatakan bisnis perusahaan hanya berpusat pada proses manufaktur. “HIM tidak pegang brand dan HIM tidak distributor, ini yang jadi inisiatif strategis Handal, kami hanya jahit-jahit, hanya assembly, kami manufaktur nanti,” katanya.

Dengan tidak memiliki kepentingan pada merek maupun distribusi, HIM dapat menerima kerja sama dari lebih dari satu produsen. Fasilitas yang sama dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan produksi lokal kendaraan dari sejumlah prinsipal.

Kapasitas Pabrik Menjadi Dasar Ekspansi

Denny menjelaskan bahwa perusahaan aktif mencari mitra perakitan pada periode 2017 hingga 2019. Pada masa tersebut, perusahaan juga menjalani transisi operasional hingga memakai nama Handal Indonesia Motor.

Sebelum itu, fasilitas tersebut berkaitan dengan Hyundai Indonesia Motor yang berdiri pada 1994. Kebutuhan untuk memanfaatkan kapasitas pabrik kemudian mendorong perluasan bisnis perakitan untuk pihak lain.

Denny menggambarkan dorongan tersebut sebagai upaya mencari “loading” bagi pabrik. Kondisi pasar serta keberadaan fasilitas yang telah tersedia menjadi alasan utama HIM memperluas kerja sama manufaktur.

Setelah pandemi Covid-19, HIM menjalin kerja sama dengan Chery dan kemudian Neta. Kolaborasi itu terjadi setelah perusahaan mencari produsen yang memerlukan fasilitas perakitan kendaraan di Indonesia.

Sejumlah Kendaraan Dirakit di Purwakarta

Pemanfaatan fasilitas HIM kini terlihat pada beberapa merek dan model. Farizon V8E dirakit secara lokal di Purwakarta, sedangkan Aletra juga menggunakan fasilitas perakitan perusahaan tersebut.

Merek atau ModelKeterangan
Farizon V8EDirakit lokal di fasilitas Handal, Purwakarta
AletraMemanfaatkan fasilitas perakitan Handal di Purwakarta
Geely EX2Mulai dirakit lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor

Geely EX2 juga mulai dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor. Kehadiran beberapa proyek itu memperlihatkan penerapan model produksi bersama yang dijalankan perusahaan.

Bagi merek yang baru membangun kehadiran di Indonesia, mitra perakitan dapat mengurangi kebutuhan untuk langsung mengelola fasilitas manufaktur sendiri. Perakitan lokal menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung penjualan kendaraan di pasar domestik.

Rekomendasi Membawa Mitra Baru

Selain kesiapan fasilitas, HIM mengandalkan kepercayaan yang tumbuh melalui relasi industri. Denny menyebut komunikasi antarpelaku otomotif China dapat membuat informasi tentang mitra manufaktur menyebar dari satu pihak ke pihak lain.

“Jadi ya mungkin kelebihannya Handal itu word of mouth. Karena di China industri otomotifnya juga orangnya itu ‘lo lagi-lo lagi’, jadi itulah yang buat mereka mungkin akhirnya banyak merek China lain bicara ke kita,” ujar Denny kepada Kompas.com.

Rekomendasi tersebut menjadi modal tambahan bagi perusahaan untuk membuka peluang kerja sama. Hubungan antarpelaku industri dapat membantu calon mitra mengenali fasilitas dan model bisnis yang ditawarkan HIM.

Fokus sebagai perakit memungkinkan HIM menjaga ruang kolaborasi dengan berbagai merek tetap terbuka. Di saat merek China membutuhkan basis produksi lokal, independensi itu menjadi nilai utama yang ditawarkan perusahaan.

Baca Juga