Gizi, Sekolah dan Olahraga Disorot Prabowo, Jalan Anak Rentan Mengejar Prestasi

Pendidikan saja dinilai belum cukup untuk membangun masa depan anak Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kesehatan, gizi, dan kesempatan berolahraga juga perlu menjadi bagian dari dukungan bagi generasi muda.

Penekanan tersebut berkaitan dengan anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Prabowo memandang kondisi sosial dan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk belajar serta mengasah bakat.

Pandangan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pidato tersebut berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menempatkan pembangunan manusia sebagai kerja yang menghubungkan sejumlah kebutuhan anak. Fasilitas pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan ruang pengembangan kemampuan di luar pelajaran formal disebut sebagai unsur pendukungnya.

Gizi Mendukung Belajar dan Aktivitas Anak

Pemerintah menyebut program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Program tersebut diarahkan untuk mendukung proses belajar melalui pemenuhan asupan gizi.

Gizi yang baik dinilai membantu anak memiliki energi dan konsentrasi saat mengikuti pendidikan. Kondisi fisik yang terjaga juga mendukung kegiatan di luar sekolah, termasuk olahraga.

Dalam pandangan Prabowo, olahraga tidak hanya berkaitan dengan medali atau hasil pertandingan. Kegiatan itu juga dapat membentuk kedisiplinan, kesehatan, karakter, dan kepercayaan diri anak.

Kisah Citra dari Pangkajene dan Kepulauan

Prabowo mencontohkan Citra Nur Ramadhani, siswi Sekolah Rakyat dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Citra sempat hampir putus sekolah ketika duduk di kelas 4 sekolah dasar.

Pada masa itu, ia perlu membantu ibunya berjualan kacang. Ayah Citra telah meninggal dunia, sedangkan ibunya merupakan penyandang disabilitas.

“Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang,” kata Prabowo dalam pidatonya. Citra kemudian memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Selain belajar, Citra dapat mengembangkan bakat karate hingga menjadi juara tingkat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Prabowo menyebut pengalaman tersebut memperlihatkan arti dukungan yang memadai bagi anak dengan kondisi ekonomi sulit.

Nama atau KelompokDaerahCapaian
Citra Nur RamadhaniKabupaten Pangkajene dan KepulauanJuara karate tingkat kabupaten
7 siswa Sekolah RakyatMakassarMenang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15

Potensi Akademik Juga Berkembang

Contoh lain datang dari tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar yang meraih kemenangan pada Olimpiade Nasional Indonesia ke-15. Mereka mencatat capaian pada bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ruang pencapaian anak dari keluarga kurang mampu dapat terbuka dalam olahraga maupun akademik. Akses belajar, fasilitas, dan lingkungan yang mendukung menjadi bagian dari faktor yang disoroti Prabowo.

“Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar,” ujar Prabowo saat mengulas perjalanan siswi tersebut. Ia menekankan anak-anak perlu mendapat kesempatan untuk tumbuh berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

Prabowo juga menyatakan bahwa dukungan dapat membawa anak mencapai tingkat yang lebih luas. “Jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, bisa mencapai prestasi nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar perlu berjalan seiring dengan pendidikan dan pengembangan bakat. Dengan kesempatan yang lebih setara, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, berpendidikan, disiplin, serta mampu berprestasi di berbagai bidang.

Baca Juga