Gerhana Matahari Total diperkirakan tidak akan selamanya menghiasi langit Bumi. Dalam sekitar 600 juta tahun, Bulan akan tampak terlalu kecil untuk menutup piringan Matahari secara penuh.
Perubahan tersebut dipicu oleh orbit Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi. Lajunya hanya sekitar 3,8 sentimeter per tahun, tetapi dampaknya menjadi besar dalam rentang waktu geologis.
Penutupan Matahari Bergantung pada Ukuran Tampak Bulan
Gerhana Matahari Total terjadi saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari serta menutupi seluruh piringan Matahari. Peristiwa itu dimungkinkan karena ukuran tampak keduanya dari Bumi saat ini hampir sama.
Matahari secara fisik sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan. Namun, jarak Matahari dari Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bulan, sehingga keduanya tampak nyaris setara di langit.
Ketika jarak Bulan bertambah, diameter tampaknya dari Bumi akan terus menyusut. Pada akhirnya, Bulan tidak lagi memiliki ukuran tampak yang cukup untuk menghasilkan penutupan Matahari secara total.
Gerhana tetap berkaitan dengan susunan posisi Bulan dan Matahari. Namun, penampakannya kelak tidak lagi berupa Gerhana Matahari Total seperti yang masih dapat diamati saat ini.
Data Perubahan Orbit Bulan
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Jarak rata-rata Bumi-Bulan | Sekitar 384.400 kilometer |
| Laju Bulan menjauh | Sekitar 3,8 sentimeter per tahun |
| Perkiraan gerhana total terakhir | Sekitar 600 juta tahun lagi |
| Ukuran Bulan pada masa awal | Bisa mencapai tiga kali ukuran tampaknya saat ini |
Jarak rata-rata Bumi dan Bulan kini berada di kisaran 384.400 kilometer. Angka ini tidak bersifat tetap karena orbit Bulan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Para ilmuwan mengukur perubahan itu melalui Lunar Laser Ranging Experiment. Metode ini memanfaatkan reflektor khusus yang ditempatkan astronaut Apollo di permukaan Bulan pada era 1960-an.
Sinar laser dikirim dari Bumi menuju reflektor tersebut, lalu waktu tempuh cahaya saat kembali dihitung dengan presisi tinggi. Hasil pengukuran itu memungkinkan perubahan jarak Bumi-Bulan dipantau secara sangat akurat.
Frekuensi Gerhana Akan Menurun
Ilmuwan NASA Richard Vondrak pada 2017 memperkirakan jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus berkurang. Ia menyatakan, “Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang.”
Vondrak juga memperkirakan Bumi akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya sekitar 600 juta tahun mendatang. Rentang waktunya memang jauh melampaui kehidupan manusia, tetapi arah perubahan orbit Bulan telah dapat diukur sekarang.
CNBC Indonesia mencatat Bulan pernah terlihat jauh lebih besar dari Bumi sekitar 4 miliar tahun lalu. Sebelum mencapai orbit seperti sekarang, permukaan Bulan yang tampak dari Bumi bahkan dapat mencapai tiga kali lebih besar dibandingkan saat ini.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa tampilan Bulan bukan kondisi permanen. Pengamatan laser terhadap Bulan sekaligus memperlihatkan bagaimana perubahan kecil pada orbit dapat mengubah salah satu fenomena langit paling khas di Bumi.






