Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu. Di saat yang sama, operasi pencarian masih dilakukan karena satu korban dilaporkan tertimbun reruntuhan.
Tim SAR gabungan mencatat 40 orang meninggal dunia hingga Sabtu pukul 18.30 WITA. Sebanyak 90 korban telah dievakuasi dari sejumlah titik terdampak di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.
Wilayah Terdampak dan Pusat Guncangan
Gempa terjadi pada Sabtu pukul 05.58 WITA dengan pusat sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay. Mbay merupakan ibu kota Kabupaten Nagekeo, wilayah yang menjadi fokus utama operasi pencarian dan pertolongan.
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur juga dilaporkan mengalami dampak signifikan. Penanganan di berbagai wilayah tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur kebencanaan.
Jumlah pengungsi mandiri tercantum dalam pembaruan BNPB yang disampaikan melalui konferensi pers daring pada Sabtu sore. Pada pembaruan pukul 15.00 WIB itu, BNPB mencatat 38 korban meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan.
Data Lapangan Masih Berkembang
Pembaruan SAR gabungan beberapa jam kemudian menunjukkan jumlah korban meninggal menjadi 40 orang. Data itu juga mencatat 50 warga luka-luka serta satu korban yang belum berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.
| Lembaga dan waktu | Meninggal dunia | Catatan kondisi |
|---|---|---|
| BNPB, 15.00 WIB | 38 orang | 2 luka berat, 11 luka ringan, 2.000 pengungsi mandiri |
| SAR gabungan, 18.30 WITA | 40 orang | 50 luka-luka, 1 korban tertimbun |
Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan waktu pendataan dan operasi yang masih berlangsung. Tim di lapangan terus mengumpulkan informasi korban serta kerusakan dari titik-titik terdampak.
Evakuasi 90 korban dilakukan dari sejumlah lokasi di Nagekeo. Korban yang mengalami luka masih menjalani penanganan, sementara pencarian difokuskan untuk menjangkau warga yang belum ditemukan.
Operasi SAR Didukung Kekuatan Tambahan
Kantor SAR Maumere mengerahkan 281 personel bersama unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya. KN SAR Puntadewa turut digerakkan untuk memperkuat operasi di Flores.
“Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman dalam keterangan resmi pada Sabtu sore. Ia menyebut operasi bersama diarahkan agar penyelamatan dapat berlangsung cepat, tepat, dan aman.
TNI juga menambah dukungan dengan mengerahkan 1.892 personel dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang hingga Sabtu malam. Bantuan itu mencakup 75 unit kendaraan, tujuh tenda lapangan, dan 40 velbed.
TNI AL menyiapkan helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda guna mendukung mobilitas personel serta distribusi bantuan ke Flores. Pencarian, evakuasi, dan pembaruan data korban terus menjadi bagian utama penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur.






