Galaxy Z Fold 8 Pilih Bentuk Tak Lazim, Samsung Andalkan Nostalgia Nokia

Samsung memilih taruhan yang tidak biasa melalui Galaxy Z Fold 8. Saat ponsel premium cenderung tampil seragam, perangkat lipat ini justru mengusung bentuk menyerupai paspor dengan layar samping yang kecil.

Pendekatan tersebut dirancang agar Galaxy Z Fold 8 mudah dikenali bahkan sebelum perangkat dibuka. Tampilan itu mengingatkan sebagian pengamat pada ponsel Nokia dari era 2000-an, ketika produsen berani mengembangkan bentuk perangkat yang sangat berbeda.

Keunikan fisik menjadi salah satu nilai penting di tengah pasar ponsel lipat yang masih terbatas. Pada 2025, segmen ponsel lipat global disebut hanya menyumbang 1,6% dari keseluruhan pasar smartphone.

Angka itu menunjukkan teknologi layar lipat belum otomatis mendorong adopsi massal. Samsung tampaknya berupaya menarik perhatian konsumen melalui identitas visual yang lebih kuat serta kenyamanan penggunaan harian.

Ringkas saat dibawa, luas ketika dibuka

Galaxy Z Fold 8 memiliki bobot 201 gram dan dirancang agar lebih mudah dibawa dalam keadaan terlipat. Bentuknya disebut lebih sesuai untuk pengguna dengan tangan kecil serta dapat masuk sepenuhnya ke dalam saku.

AspekGalaxy Z Fold 8Manfaat Penggunaan
Bobot201 gramLebih mendukung portabilitas
Layar saat terbuka7,6 inciLebih mudah digenggam dalam mode potret
Bentuk saat terlipatLebih pas untuk tangan kecilDapat masuk sepenuhnya ke saku

Dalam mode terbuka, layar 7,6 inci diposisikan sebagai ukuran yang lebih mudah dikelola dalam orientasi potret. Ukuran ini disebut berbeda dari layar 8 inci pada Z Fold 8 Ultra, sehingga Samsung tidak hanya menekankan ukuran panel yang lebih besar.

Ruang layar tersebut ditujukan untuk membaca, menonton video, dan berkomunikasi. Samsung menempatkan perangkat ini sebagai teman untuk menikmati cerita secara ringkas tanpa mengorbankan bidang pandang yang lebih lega.

Video layar penuh disebut dapat dinikmati dengan letterboxing yang lebih sedikit. Sementara itu, keyboard virtual yang lebih lebar dipandang dapat memberi ruang ketik lebih nyaman daripada keyboard pada Galaxy S26 Ultra maupun iPhone 17 Pro Max.

Upaya membangkitkan karakter ponsel

Editor At Large TechRadar, Lance Ulanoff, menyebut respons terhadap desain tersebut sebagai “Nokia Effect”. Istilah itu merujuk pada masa ketika Nokia memiliki perangkat berkarakter, dari Nokia 3100 yang ringkas hingga Nokia N-Gage yang sempat menuai perdebatan karena bentuknya.

Pada periode tersebut, desain ponsel menjadi bagian dari identitas pengguna, bukan sekadar pembeda spesifikasi. Galaxy Z Fold 8 mencoba membawa kembali daya tarik itu ke kategori perangkat lipat yang masih mencari bentuk paling menarik untuk pasar luas.

Menurut telset.id, sasaran Samsung mencakup konsumen yang belum tertarik atau belum puas terhadap pilihan ponsel lipat saat ini. Kelompok tersebut telah melihat perangkat dari Samsung maupun merek lain, termasuk Motorola, Oppo, dan Huawei.

Susunan kamera belakang yang lebih kecil turut mempertegas penampilan berbeda pada perangkat ini. Elemen tersebut membuat Galaxy Z Fold 8 tampil lebih ekspresif dibandingkan banyak ponsel premium yang mengandalkan bahasa desain serupa.

Samsung memperkenalkan perangkat itu di London dalam acara Samsung Unpacked pekan lalu. Langkah tersebut juga terjadi beberapa bulan sebelum Apple disebut akan memasuki pasar ponsel lipat.

Samsung menyatakan tidak khawatir terhadap kemungkinan kehadiran Apple dan menyambut persaingan tersebut. Keberhasilan strategi ini akan ditentukan oleh apakah desain berani, nostalgia, dan kenyamanan pemakaian mampu memberi alasan baru bagi konsumen untuk melirik ponsel lipat.

Baca Juga