Rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, dan kemiskinan ekstrem disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Ia menilai pemerintah harus segera menangani ketiganya dengan memperkuat kemampuan ekonomi negara.
Prabowo mengaitkan tekanan pada kesejahteraan itu dengan kebocoran kekayaan nasional yang disebut berlangsung secara signifikan. Menurutnya, kekayaan yang terus keluar dari Indonesia dapat menghambat upaya pemerintah menyediakan manfaat yang lebih besar bagi rakyat.
“Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem,” kata Prabowo. Ia menegaskan persoalan tersebut merupakan masalah bersama yang tidak boleh diabaikan.
Kesejahteraan dan Ruang Negara
Pemerintah memerlukan kapasitas yang memadai untuk menjawab tuntutan perbaikan kesejahteraan. Dalam pandangan Prabowo, kapasitas itu dapat terganggu apabila kebocoran ekonomi dibiarkan berlanjut.
Ia menyebut terdapat distorsi dalam perekonomian nasional yang membuat kekayaan Indonesia mengalir keluar. Nilai yang disebut Presiden mencapai ribuan triliun rupiah atau ratusan miliar dolar setiap tahun.
Kondisi tersebut dinilai membuat Indonesia belum sepenuhnya menikmati hasil dari kekayaan sumber daya alamnya. Pembenahan ekonomi kemudian ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya memperkuat pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
| Fokus Pemerintah | Kondisi Saat Ini | Pesan Prabowo |
|---|---|---|
| Gaji guru | Masih dinilai kurang | Perlu diselesaikan |
| Lapangan kerja | Masih kurang | Menjadi tantangan utama |
| Kemiskinan ekstrem | Masih terdapat di masyarakat | Harus ditangani |
| Kebocoran ekonomi | Terjadi secara signifikan | Tidak boleh dibiarkan |
Mandat Pemerintah
Prabowo menyatakan rakyat memberikan mandat kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan besar, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Ia meminta jajarannya memusatkan kerja pada penutupan celah yang merugikan negara.
“Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa,” ujar Prabowo. Pernyataan itu menegaskan kekhawatirannya atas dampak kebocoran terhadap masa depan bangsa.
Presiden juga mengatakan dirinya melihat besarnya skala persoalan Indonesia secara lebih jelas setelah memimpin pemerintahan. Penilaian itu disampaikan dalam konteks perlunya kerja kabinet yang lebih fokus dan terarah.
Pembenahan kebocoran ekonomi menjadi relevan bagi agenda peningkatan kesejahteraan karena menyangkut kemampuan negara membiayai penanganan masalah sosial. Guru, pencari kerja, dan masyarakat miskin ekstrem menjadi kelompok yang berada dalam perhatian arah kebijakan tersebut.
Evaluasi Menjelang Pidato Kenegaraan
Arahan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026. Sidang pertengahan tahun tersebut menjadi bagian dari evaluasi Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prabowo menyebut pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis dalam sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahannya. Capaian itu disebut menjadi modal untuk meneruskan perbaikan pelayanan bagi masyarakat.
Menurut VIVA.co.id, pembahasan sidang kabinet mencakup capaian serta tantangan di bidang ekonomi, pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Penanganan kebocoran ekonomi menjadi salah satu isu penting karena terkait langsung dengan pemanfaatan kekayaan nasional bagi rakyat.






