Sesar di Laut Utara Flores Aktif Lagi, Gempa M7,7 Membuka Risiko Lanjutan

Aktivitas Flores Back-Arc Thrust kembali menjadi perhatian setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sistem sesar naik di dasar laut itu dinilai mampu memicu gempa besar hingga Magnitudo 7,8 sampai 7,9.

Ancaman yang dipantau bukan hanya guncangan kuat di daratan, melainkan juga kemungkinan dampak di kawasan pesisir. Penilaian tsunami bergantung pada karakter sumber gempa dan perubahan yang mungkin terjadi di dasar laut.

Jalur Patahan Membentang hingga Utara Lombok

Flores Back-Arc Thrust adalah patahan naik aktif yang terbentuk di belakang busur vulkanik Flores. Jalurnya membentang di bawah laut dari wilayah utara Pulau Flores sampai Laut Utara Lombok.

Struktur ini dikenal sebagai salah satu sesar paling aktif di kawasan busur belakang Nusa Tenggara. Aktivitasnya disebut dikaitkan dengan sekitar 90 persen aktivitas gempa di Kepulauan Nusa Tenggara.

Sistem tersebut juga disebut memiliki aktivitas yang melampaui Java Back-Arc Thrust. Karena lokasinya berada di dasar laut, setiap gempa di jalur ini membutuhkan pemantauan lebih dari sekadar angka magnitudo.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa M7,7 kali ini dipicu oleh mekanisme sesar naik busur belakang Flores. Pernyataan itu disampaikan Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta.

“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores,” kata Wijayanto. Kedalaman gempa, posisi sumber, mekanisme patahan, dan potensi gangguan dasar laut menjadi faktor penting dalam mengukur risiko lanjutan.

Data Korban Masih Bersifat Sementara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 47 orang meninggal dunia berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 18.48 WIB. Petugas di lapangan melanjutkan evakuasi warga terdampak dan memberikan perawatan kepada korban luka-luka.

Korban meninggal teridentifikasi di sejumlah kabupaten, dengan angka terbesar tercatat di Manggarai dan Manggarai Timur. Pendataan terus menjadi bagian dari penanganan dampak gempa di wilayah terdampak.

WilayahKorban Meninggal Teridentifikasi
Manggarai24 orang
Manggarai Timur17 orang
Sikka3 orang
Ngada1 orang
Ende1 orang

Hingga pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, terdapat 41 rumah rusak sedang dan 148 rumah rusak ringan.

Dampak kerusakan juga mengenai 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor. Sejumlah fasilitas umum lainnya turut dilaporkan terdampak.

Guncangan Dirasakan di Daerah Lain

Getaran gempa menjangkau Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat. Guncangan juga dirasakan hingga Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

BPBD setempat mendirikan titik pengungsian di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate. Di Kabupaten dan Kota Bima, kondisi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif sambil pendataan dan verifikasi lapangan dilakukan.

Riwayat Gempa Besar Menguatkan Kewaspadaan

Kawasan busur belakang Flores memiliki catatan kegempaan yang signifikan, termasuk gempa Magnitudo 6,6 pada 2009. Wilayah utara Lombok juga pernah mengalami rangkaian gempa berkekuatan di atas Magnitudo 6 pada 2018.

PeristiwaKawasanInformasi Utama
Gempa 2009Busur belakang FloresMagnitudo 6,6
Gempa 2018Utara LombokRangkaian gempa di atas Magnitudo 6
Gempa 1992Dekat lokasi gempa 2026Magnitudo 7,9 dan tsunami tinggi
Gempa 2026Utara NTTMagnitudo 7,7

Prof. Dr. Irwan Meilano dari ITB menilai gempa terbaru memiliki kemiripan lokasi dan mekanisme dengan Gempa Flores 1992. Jarak antara dua lokasi gempa itu disebut kurang dari 40 kilometer.

Gempa 1992 berkekuatan Magnitudo 7,9 dan diikuti tsunami tinggi yang turut dipengaruhi longsoran bawah laut. Irwan berharap pemicu serupa tidak terjadi pada peristiwa kali ini karena dampak tsunami dapat berbeda bergantung pada kondisi dasar laut.

Kajian Pusgen yang menjadi dasar peta gempa nasional juga mencatat masih ada bagian kawasan tersebut yang menyimpan potensi kegempaan. Pemantauan susulan diperlukan untuk melihat perkembangan aktivitas pada jalur sesar aktif di utara Flores.

Baca Juga