Usai Kalah di Liga, FC Twente Tetap Pegang Kendali Agregat 6-0 atas DAC

FC Twente memasuki leg kedua melawan DAC Dunajska Streda setelah kalah 0-1 dari Heerenveen di Eredivisie. Namun, kekalahan itu tidak menghapus posisi sangat menguntungkan yang mereka pegang di kompetisi Eropa.

Twente membawa keunggulan agregat 6-0 ke MOL Arena untuk laga pada Kamis, 13 Agustus 2026. DAC harus mengejar selisih enam gol demi membalikkan nasib pada kualifikasi babak ketiga Liga Konferensi Eropa.

Kekalahan Liga Menjadi Ujian Respons

Hasil kontra Heerenveen memberi konteks berbeda bagi perjalanan Twente menuju Slovakia. Tim asuhan John van den Brom kalah meski menguasai jalannya pertandingan.

Twente kini perlu menunjukkan kemampuan untuk merespons hasil negatif tanpa kehilangan ketenangan. Margin agregat yang lebar memberi ruang aman, tetapi tidak menjadikan pertandingan di MOL Arena tanpa risiko.

Van den Brom juga menghadapi agenda yang padat dalam waktu singkat. Twente dijadwalkan memainkan empat pertandingan dalam rentang 11 hari.

Rotasi dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga kondisi pemain. Keputusan itu penting karena Mees Hilgers dan Stav Lemkin tidak dapat tampil akibat cedera serta sanksi.

TimHasil Leg PertamaSituasi Menjelang Leg Kedua
FC TwenteMenang 6-0Kalah 0-1 dari Heerenveen
DAC Dunajska StredaKalah 0-6Memiliki jeda satu pekan

DAC Memanfaatkan Jeda Kompetitif

Berbeda dengan Twente, DAC tidak menjalani laga kompetitif menjelang pertemuan kedua. Pertandingan mereka melawan Kosice ditunda, sehingga Robert Klauss memiliki waktu persiapan lebih panjang.

Jeda satu pekan memberi DAC kesempatan mengatur kembali kesiapan tim setelah hasil buruk di leg pertama. Akan tetapi, waktu istirahat tersebut harus diikuti efektivitas permainan untuk menghadapi defisit besar.

DAC memiliki catatan yang cukup baik saat bermain di kandang dalam kompetisi domestik. Mereka membukukan lima kemenangan beruntun di hadapan pendukung sendiri.

Modal itu dapat membantu tuan rumah membangun kepercayaan diri sejak awal laga. Meski demikian, mereka tetap harus menghadapi tim yang telah mencetak enam gol tanpa balas pada pertemuan pertama.

Misi Berbeda di MOL Arena

Situasi agregat membuat DAC dituntut mengambil inisiatif untuk mengejar gol. Mereka perlu mengangkat intensitas permainan, sambil tetap waspada agar tidak memberi keuntungan tambahan kepada lawan.

Twente dapat memilih pendekatan yang lebih terkendali untuk mempertahankan keunggulannya. Fokus utama tim Belanda itu adalah mengamankan tiket ke tahap berikutnya setelah membangun fondasi kuat di Enschede.

Leg kedua akan menentukan siapa yang berhak melaju ke playoff Liga Konferensi Eropa. Pemenangnya dijadwalkan menghadapi Dynamo Kyiv atau Qarabag.

Bagi DAC Dunajska Streda, duel ini menjadi kesempatan menunjukkan perlawanan di kandang sendiri. Bagi FC Twente, laga tersebut merupakan ujian untuk mengonfirmasi keunggulan besar meski baru terpukul oleh kekalahan domestik.

Baca Juga