Program Makan Bergizi Gratis atau MBG membutuhkan kendaraan untuk menopang distribusi makanan, dan Farizon melihat kebutuhan itu sebagai peluang bagi V8E. Van listrik seharga Rp425 juta tersebut telah memasuki tahap produksi pada bulan ini.
Farizon belum mengumumkan kerja sama dengan pihak atau pengusaha yang terlibat dalam MBG. Meski demikian, fungsi V8E sebagai kendaraan logistik dan pengantaran membuat model ini berpotensi dipakai pada rantai distribusi makanan.
Potensi pasar armada MBG
Director Arista Manufacturing Indonesia Christoforus Ronny menyebut kemungkinan penggunaan V8E dalam kebutuhan MBG masih terbuka. Ia menilai karakter program tersebut erat dengan aktivitas delivery.
“Masih mungkin (untuk kebutuhan MBG), MBG sebetulnya kan delivery,” kata Ronny, seperti dikutip CNN Indonesia. Namun, perusahaan belum memulai penjajakan karena produksi V8E baru berjalan pada bulan ini.
“Belum karena kita baru produksi bulan ini,” ujar Ronny. Kondisi tersebut membuat Farizon belum mengambil langkah kerja sama yang lebih lanjut untuk pasar MBG.
Segmen kendaraan niaga ringan untuk kebutuhan distribusi MBG telah menarik minat beberapa produsen. Daihatsu disebut menerima banyak pesanan lewat Gran Max, sedangkan Suzuki hadir melalui Carry.
Situasi ini menunjukkan kebutuhan armada pengiriman makanan dapat menjadi ceruk bagi berbagai jenis kendaraan komersial. Farizon berupaya masuk dengan van bertenaga listrik yang dirancang untuk kebutuhan logistik.
Ukuran dan kemampuan penggerak
Farizon V8E memiliki panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, serta tinggi 1.985 mm. Jarak sumbu roda kendaraan mencapai 3.600 mm dan berat total saat beroperasi penuh mencapai 3.500 kg.
Van ini menggunakan baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh. Motor listriknya menghasilkan daya puncak 110 kW dengan torsi 220 Nm.
| Spesifikasi | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 5.395 mm |
| Lebar | 1.820 mm |
| Tinggi | 1.985 mm |
| Jarak sumbu roda | 3.600 mm |
| Baterai | Lithium iron phosphate 65 kWh |
| Daya puncak | 110 kW |
| Torsi | 220 Nm |
| Jarak tempuh maksimum | 310 km |
| Harga | Rp425 juta |
Farizon menyatakan V8E mampu menempuh jarak maksimum 310 km saat membawa beban maksimal. Kemampuan itu menjadi salah satu data utama untuk penggunaan dalam pengiriman dan logistik.
Harga Rp425 juta menempatkan V8E sebagai kendaraan niaga listrik yang menyasar pasar domestik. Produksinya di Indonesia dilakukan melalui kerja sama manufaktur Farizon dengan Handal Indonesia Motor.
Jaringan penjualan masih dikembangkan
Farizon masih berada dalam tahap awal pengembangan bisnis di Indonesia. Selain produksi yang baru dimulai, jaringan penjualan perusahaan juga belum tersebar luas.
Saat ini Farizon memiliki dua jaringan penjualan di Indonesia. Kedua lokasi tersebut berada di Jakarta dan Bandung.
Perusahaan merencanakan penambahan jaringan penjualan untuk memperluas jangkauan pasar. Pengembangan tersebut dapat mendukung ambisi Farizon menggarap kebutuhan kendaraan logistik di berbagai wilayah.
V8E membawa kombinasi dimensi van, baterai 65 kWh, dan jarak tempuh hingga 310 km untuk kebutuhan pengantaran. Sementara itu, keterlibatannya dalam distribusi MBG masih menunggu langkah kerja sama setelah tahap produksi berjalan.






