Langit di utara Spanyol mendadak gelap ketika Gerhana Matahari Total melintasi wilayah itu pada Rabu (12/8). Fenomena yang berlangsung kurang dari satu menit di Buitrago de Lozoya tersebut diperkirakan menarik hingga 6 juta pengunjung ke jalur totalitas.
Antusiasme besar itu membuat otoritas Spanyol mengerahkan sekitar 25 ribu polisi di sejumlah titik pengamatan. Hampir 100 pesawat dan helikopter juga disiagakan karena peristiwa langit tersebut terjadi saat risiko kebakaran hutan meningkat.
Perubahan Cahaya yang Dramatis
Di Buitrago de Lozoya, kawasan pedesaan di utara Madrid, penonton mulai bertepuk tangan dan bersorak sesaat setelah pukul 20.30 waktu setempat. Cahaya Matahari berkurang cepat ketika Bulan menutupi piringan Matahari, mengubah suasana petang secara drastis.
Sebelum fase totalitas, fenomena Baily’s beads tampak berkilauan di tepi Bulan. Titik cahaya tersebut muncul ketika sinar Matahari masih menembus kontur permukaan Bulan.
Ekonom Diego Fernandez menggambarkan perubahan warna langit setelah totalitas sebagai pengalaman yang membingungkan indera. “Menakjubkan melihat bagaimana warna kembali sedikit demi sedikit setelah totalitas, pertama merah lalu biru, seperti saat fajar dan Matahari terbenam. Benar-benar menipu otak,” katanya kepada Reuters.
Warga Madrid, Rafael Jiménez, merasakan suasana yang menyerupai adegan fiksi ilmiah ketika gerhana berlangsung. Ia melihat penyiram taman tiba-tiba menyala saat cahaya berubah kembali seperti menjelang Matahari terbenam.
| Wilayah | Waktu Totalitas | Durasi atau Kondisi |
|---|---|---|
| Utara Spanyol | Setelah pukul 20.30 waktu setempat di Buitrago de Lozoya | Kurang dari satu menit |
| Pesisir barat Islandia | Sekitar pukul 17.44 waktu setempat | Hingga 2 menit 13 detik |
Pengamanan di Tengah Ancaman Kebakaran
Kesiapsiagaan diperketat karena petugas pada hari yang sama masih menangani sejumlah kebakaran, termasuk kebakaran besar di Andalusia. Kebakaran kecil juga dilaporkan terjadi dekat lokasi pengamatan gerhana di Peñíscola, Valencia.
Jalur totalitas kemudian melintasi Spanyol setelah melewati Islandia. Awan menutupi sebagian besar pemandangan di Islandia, meski celah awan di wilayah paling barat memberi kesempatan bagi sebagian warga dan wisatawan untuk melihat gerhana lebih jelas.
Di Reykjavik, totalitas tidak terlihat langsung akibat tutupan awan, tetapi kondisi gelap tetap terasa. Pengacara Eduarda Ortiz mengatakan momen tersebut membuatnya memikirkan singkatnya hidup dan perbedaan cara manusia merasakan waktu.
Islandia Menjadi Tujuan Pemburu Gerhana
Islandia yang berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa menerima hingga 80 ribu wisatawan untuk menyaksikan peristiwa ini. Kacamata khusus gerhana dilaporkan habis terjual beberapa hari sebelum fenomena berlangsung.
Menurut CNNIndonesia.com, peristiwa tersebut merupakan Gerhana Matahari Total pertama di Eropa Barat dalam 27 tahun. Mantan gitaris Queen, Brian May, juga menyaksikan puncak gerhana dari sebuah observatorium di Provinsi Teruel, Spanyol.
Semenanjung Iberia terakhir kali mengalami Gerhana Matahari Total pada 1912. Wilayah tersebut dijadwalkan kembali dilintasi gerhana total pada 2 Agustus 2027, kemudian gerhana Matahari cincin pada Januari 2028 dalam rangkaian Iberian Eclipse Trio.






