Dari Emas Wushu hingga Fase Grup, Dua Misi Indonesia di Asian Games 2026

Indonesia memilih dua jalur target yang berbeda menjelang Asian Games 2026. Wushu dipasang sebagai pemburu satu hingga dua medali emas, sedangkan basket 3×3 ditargetkan melampaui fase grup.

Strategi itu mencerminkan perbedaan modal prestasi kedua cabang. Wushu datang dengan tradisi perolehan medali, sementara basket 3×3 diarahkan untuk membangun peluang melalui hasil awal kompetisi.

Target Disusun Berdasarkan Posisi Cabang

Cabang olahragaTargetPosisi dalam persiapan
Wushu1 hingga 2 medali emasAndalan penyumbang medali
Basket 3×3Lolos dari fase grupMengejar langkah awal kompetitif

Chef de Mission Indonesia Todotua Pasaribu menilai target fase grup untuk Basket 3×3 Indonesia sebagai pijakan awal. Kelolosan akan memberi tim kesempatan melanjutkan persaingan pada tahap yang lebih jauh.

“Untuk basket 3×3, target awalnya adalah lolos dari fase grup sehingga peluang melangkah lebih jauh terbuka,” ujar Todotua. Ia berharap tim dapat kembali bersaing untuk perebutan medali setelah berhasil melewati target tersebut.

Sasaran yang lebih bertahap itu membedakan basket 3×3 dari wushu. Indonesia tidak langsung menempatkan tuntutan podium pada basket 3×3, tetapi menekankan pentingnya menembus rintangan awal turnamen.

Wushu Membawa Catatan Konsisten

Sementara itu, Wushu Indonesia mendapat target tertinggi karena performa pada dua Asian Games terakhir. Disiplin taolu dan sanda disebut konsisten menghadirkan kontribusi medali.

EdisiEmasPerakPerunggu
Asian Games 2018113
Edisi berikutnya122

Pada Asian Games 2018, wushu menghasilkan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu untuk Indonesia. Pada edisi berikutnya, cabang ini kembali merebut satu emas bersama dua perak dan dua perunggu.

Catatan tersebut menjadi alasan target satu hingga dua emas pada 2026 dinilai memiliki dasar kuat. Todotua menilai wushu masih layak berada di antara cabang yang diandalkan kontingen Indonesia.

“Kami optimistis cabang olahraga ini kembali menjadi salah satu penyumbang medali, bahkan memiliki peluang meraih satu hingga dua medali emas,” kata Todotua. Pernyataan itu menegaskan target wushu tidak sekadar mempertahankan raihan medali dari edisi sebelumnya.

Agenda Latihan dan Uji Coba di China

Tim wushu juga telah merencanakan pemusatan latihan serta uji coba di China. Program tersebut akan diajukan kepada Komite Olimpiade Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari persiapan.

Kebutuhan anggaran masih perlu dikoordinasikan melalui mekanisme kedua lembaga. Todotua menyatakan pihaknya ingin proses pengajuan itu dipercepat untuk mendukung kesiapan atlet.

“Tentu kami ingin prosesnya bisa dipercepat. Namun mekanisme anggarannya berasal dari Kemenpora yang kemudian dikoordinasikan bersama KOI,” jelas Todotua seperti dilaporkan detikSport. Ia menambahkan CdM Indonesia akan membantu kelancaran proses, meski keputusan anggaran tetap berada dalam kewenangan Kemenpora dan KOI.

Target untuk dua cabang itu disampaikan seusai Todotua meninjau persiapan atlet wushu dan bertemu tim basket 3×3 di GBK Arena, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Asian Games 2026 kemudian menjadi ujian bagi wushu untuk memenuhi ekspektasi emas dan bagi basket 3×3 untuk membuka jalan dari fase grup.

Baca Juga