Audio Putus Tak Lagi Menggagalkan Wawancara, DJI Mic Mini 2S Simpan Rekaman Cadangan

Putusnya koneksi nirkabel saat wawancara dapat menghilangkan audio yang sulit direkam ulang. DJI Mic Mini 2S menawarkan perlindungan melalui perekaman internal pada setiap transmitter.

Fitur tersebut membuat suara tetap tersimpan di perangkat mikrofon meski sambungan ke ponsel atau kamera terhenti. Bagi kreator yang merekam wawancara, cadangan ini menjadi pembeda penting dibandingkan Rode Wireless Micro.

Setiap transmitter DJI Mic Mini 2S memiliki penyimpanan 14,5GB. DJI menyebut kapasitas itu dapat menampung sekitar 28 jam audio 24-bit atau sekitar 22 jam audio 32-bit float.

Cadangan audio untuk situasi sulit diulang

Rekaman internal relevan saat pengambilan gambar berlangsung di lokasi yang memiliki potensi gangguan koneksi. Audio yang tersimpan pada transmitter dapat menjadi penyelamat ketika rekaman utama tidak masuk ke perangkat penerima.

Rode Wireless Micro tidak menyediakan perekaman internal. Karena itu, audio yang gagal terkirim akibat gangguan koneksi tidak memiliki salinan cadangan di mikrofon.

AspekDJI Mic Mini 2SRode Wireless Micro
Rekaman internalAda di setiap transmitterTidak ada
Jumlah transmitterHingga 4Maksimal 2
Daya tahan transmitterSekitar 11 jamSekitar 7 jam
Total daya dengan casingLebih dari 40 jamSekitar 21 jam

Ruang lebih besar untuk produksi kelompok

Perbedaan jumlah transmitter memberi DJI Mic Mini 2S ruang penggunaan yang lebih luas. Satu receiver dapat mendukung hingga empat transmitter, sedangkan Rode Wireless Micro dibatasi untuk maksimal dua transmitter.

Konfigurasi empat mikrofon lebih sesuai untuk panel diskusi, podcast, atau wawancara dengan beberapa narasumber. Batas dua transmitter pada Rode tetap memadai bagi kreator solo maupun percakapan dua arah.

DJI juga membekali sistemnya dengan dua tingkat peredam bising berbasis AI dan tiga preset karakter suara. Pengendalian clipping tersedia untuk menurunkan gain secara otomatis saat suara mendadak terlalu keras.

Receiver DJI tidak memakai layar, tetapi pengaturan lanjutan dapat diakses lewat aplikasi Mimo. Pengguna dapat memantau level audio, status koneksi, serta menyesuaikan sejumlah parameter dari aplikasi tersebut.

Daya tahan dan jangkauan menjadi nilai tambah

DJI mengklaim transmitter Mic Mini 2S dapat bekerja sekitar 11 jam, sementara receivernya sekitar 10 jam. Dengan casing pengisi daya, total daya sistem ini disebut melampaui 40 jam.

Rode menilai transmitter Wireless Micro mampu digunakan sekitar tujuh jam. Casing pengisi dayanya menyediakan dua kali pengisian tambahan sehingga total daya sistem mencapai sekitar 21 jam.

Untuk jarak operasi, DJI mengklaim jangkauan hingga 400 meter menggunakan receiver standar. Jangkauan dengan Mobile Receiver yang lebih kecil berada di kisaran 200 hingga 300 meter.

Rode Wireless Micro disebut dapat bekerja pada jarak lebih dari 100 meter. Dalam penggunaan vlog atau wawancara dekat kamera, kedua perangkat seharusnya masih berada dalam jarak yang aman.

Pendekatan berbeda untuk kebutuhan berbeda

Rode Wireless Micro mengutamakan proses rekam cepat melalui receiver yang cukup dicolokkan ke ponsel. Receiver ini tidak memakai layar atau banyak tombol, serta mengambil daya dari perangkat yang terhubung.

Menurut Gizmochina, Rode menyediakan pilihan konektivitas USB-C dan Lightning untuk ponsel. Transmitternya yang kecil dapat dipasang secara magnetis, sehingga berguna untuk pakaian tipis atau bahan yang mudah rusak.

DJI Mic Mini 2S juga dapat terhubung langsung melalui OsmoAudio ke perangkat DJI yang kompatibel, termasuk Osmo Pocket 4 dan Osmo 360 II. Kemampuan itu memungkinkan transmitter digunakan tanpa receiver pada perangkat tertentu.

Pilihan akhirnya bergantung pada risiko produksi yang ingin diantisipasi. Rode Wireless Micro mengedepankan kesederhanaan, sementara DJI Mic Mini 2S menawarkan perlindungan audio dan kapasitas penggunaan yang lebih besar.

Baca Juga