Keberadaan sekitar 32 ribu warga diaspora Ukraina di London menjadi alasan kuat Shakhtar Donetsk mempertimbangkan ibu kota Inggris sebagai kandang Liga Champions. Dukungan komunitas itu dapat memberi suasana pertandingan yang lebih kuat ketika klub harus bermain jauh dari Donetsk.
Stamford Bridge, markas Chelsea, kini menjadi pilihan utama yang sedang dinegosiasikan oleh Shakhtar. Stadion berkapasitas sekitar 40 ribu penonton itu juga dinilai mampu mendukung penjualan tiket untuk laga melawan tim besar Eropa.
Belum Ada Kepastian Penggunaan Stadion
Rencana bermain di Stamford Bridge masih menunggu kesepakatan antara pihak-pihak terkait. Shakhtar harus memperoleh persetujuan UEFA dan otoritas lokal sebelum stadion tersebut dapat dipakai untuk pertandingan Eropa.
Chelsea tidak tampil di kompetisi Eropa pada musim ini setelah finis di peringkat ke-10 Liga Premier pada musim lalu. Karena itu, agenda Liga Champions Shakhtar tidak akan berhadapan dengan jadwal Eropa Chelsea.
Hubungan kedua klub turut menjadi unsur pendukung dalam pembicaraan tersebut. Mykhailo Mudryk pindah dari Shakhtar ke Chelsea pada 2023, dan kedua tim pernah menyelenggarakan laga amal untuk Ukraina tiga tahun lalu.
Tiga Stadion London dalam Pertimbangan
| Stadion | Klub Pemilik | Pertimbangan Shakhtar |
|---|---|---|
| Stamford Bridge | Chelsea | Opsi utama dengan kapasitas sekitar 40 ribu |
| Craven Cottage | Fulham | Alternatif di London |
| Gtech Community Stadium | Brentford | Alternatif di London |
Craven Cottage dan Gtech Community Stadium menjadi dua alternatif apabila penggunaan Stamford Bridge tidak terwujud. Ketiganya menawarkan keuntungan geografis yang sama, yaitu berada dekat dengan komunitas Ukraina di London.
Pencarian stadion tidak hanya menyangkut lokasi pertandingan. Shakhtar juga perlu memastikan akses pendukung, kesiapan fasilitas, serta kapasitas venue untuk mengakomodasi jumlah penonton yang besar.
Donbas Arena Belum Bisa Digunakan
Shakhtar tidak dapat kembali memakai Donbas Arena di Donetsk sejak 2014 akibat konflik wilayah dengan Rusia. Kondisi ini membuat klub harus terus mengatur pertandingan kandang di tempat lain.
Dalam kompetisi domestik, Shakhtar bermain di Kyiv dan Lviv. Sementara itu, pertandingan Eropa sebelumnya pernah digelar di stadion yang berada di Jerman, Slovenia, dan Polandia.
London dapat memberi Shakhtar kombinasi antara stadion besar dan potensi dukungan penonton yang lebih terasa. Detik Sport melaporkan proses negosiasi Stamford Bridge masih berlangsung, sehingga keputusan akhir belum ditetapkan.
Apabila seluruh perizinan diperoleh, Shakhtar berpeluang menggunakan London sebagai basis baru di Liga Champions. Pilihan itu akan menjadi kelanjutan dari upaya klub menjaga keberlangsungan laga kandang di luar Donetsk.






