Dari Dialog Madura hingga Umrah, Ini Taruhan FOUFO untuk Raih 1 Juta Penonton

FOUFO menggabungkan dialog berbahasa Madura dengan subtitle bahasa Indonesia agar ceritanya dapat diikuti penonton dari berbagai daerah. Di saat yang sama, tim film memasang target 1 juta penonton melalui program umrah untuk lima orang beruntung.

Target tersebut memberi dua penekanan dalam promosi FOUFO, yakni penguatan identitas lokal dan keterlibatan penonton di bioskop. Lima peserta baru akan diberangkatkan umrah apabila film komedi keluarga itu mencapai angka 1 juta penonton.

Mekanisme untuk Peserta Program

Penonton yang ingin masuk dalam program Umrah FOUFO perlu membuktikan telah menyaksikan film di bioskop. Tim film juga meminta peserta menyimpan tiket dan membagikan foto di media sosial sesuai aturan yang ditetapkan.

UrutanHal yang Harus Dilakukan
1Menonton FOUFO di bioskop
2Menyimpan tiket bioskop
3Berfoto di depan poster film
4Mengunggah foto ke Instagram atau TikTok dengan menandai @filmfoufo dan memakai #UmrohBersamaFOUFO

Program itu dikaitkan dengan karakter Ibu Saiqonah dalam cerita FOUFO. Jika sasaran jumlah penonton tercapai, lima orang yang beruntung akan diberangkatkan umrah bersama karakter tersebut.

Pengumuman program disampaikan saat tim FOUFO tampil di panggung Dangdut Academy 8. Bayu Skak hadir bersama sejumlah pemain, termasuk Tretan Muslim, untuk memperkenalkan film yang sedang tayang di bioskop.

Bahasa Madura sebagai Identitas Cerita

Penggunaan bahasa Madura menjadi salah satu unsur yang diperhatikan ketika para pemain berbincang di studio. Tretan Muslim menegaskan dialog lokal itu tidak akan menyulitkan penonton karena film menyediakan subtitle bahasa Indonesia.

“Jangan bingung karena ada subtitle,” ujar Tretan Muslim. Pernyataan tersebut menegaskan bahasa daerah dipakai untuk memperkuat suasana cerita tanpa menutup akses bagi penonton di luar Madura.

Bayu Skak menyebut sekitar 90 persen pemain FOUFO merupakan orang asli Madura. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menghadirkan logat, kebiasaan, dan nuansa kehidupan setempat secara lebih autentik.

FOUFO mengikuti perjalanan sejumlah tokoh yang menghadapi konflik, kesalahpahaman, dan berbagai kejadian sehari-hari. Kisahnya dibungkus sebagai komedi keluarga dengan pesan mengenai keluarga, persahabatan, serta kebersamaan.

Valen DA7, peserta Dangdut Academy 8 asal Madura, mengaku telah menonton film itu di bioskop. Ia menilai cerita serta atmosfer yang dihadirkan terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Madura.

Respons di Panggung Dangdut Academy 8

Valen juga melihat FOUFO tidak hanya menghadirkan bagian lucu, tetapi memadukannya dengan bagian cerita yang lebih serius. Unsur humor khas Madura menjadi warna utama yang berjalan berdampingan dengan konflik antartokoh.

Menurut Liputan6, host, juri, dan peserta Dangdut Academy 8 menunjukkan ketertarikan terhadap proses produksi serta keunikan film tersebut. Kehadiran pemain di acara kompetisi dangdut itu memperluas pengenalan FOUFO kepada penonton yang telah akrab dengan budaya daerah.

Dengan mayoritas pemain asli Madura dan dialog lokal yang diberi subtitle, FOUFO menempatkan identitas budaya sebagai kekuatan pentingnya. Penonton yang ingin mengikuti program umrah tetap perlu memenuhi seluruh ketentuan bukti menonton dan unggahan media sosial.

Baca Juga