Marti Cifuentes memulai tugasnya sebagai pelatih kepala Portland Timbers dengan kemenangan 3-1 atas Club Tijuana. Namun, debut manis itu berlangsung setelah Portland dipastikan tidak dapat menembus perempat final Leagues Cup 2026.
Pelatih asal Spanyol tersebut tetap menurunkan skuad utama di Providence Park pada Kamis, 13 Agustus 2026. Langkah itu menunjukkan bahwa Portland memilih menjadikan laga terakhir fase penyisihan sebagai fondasi untuk agenda berikutnya.
“Saya tidak ingin laga pertama saya mengirimkan pesan bahwa pertandingan ini tidak penting,” ujar Cifuentes. Menurutnya, pertandingan melawan Tijuana dapat dipakai untuk membentuk gagasan taktik menjelang laga melawan Chicago.
Target Permainan yang Lebih Tegas
Cifuentes menginginkan Portland tampil dengan dominasi yang lebih besar, tekanan lebih tinggi, serta serangan yang terus berkelanjutan. Kemenangan atas Tijuana memberi gambaran awal tentang respons pemain terhadap arah permainan tersebut.
Kevin Kelsy menyebut proses adaptasi berjalan dengan baik meskipun tim menerima banyak informasi baru menjelang pertandingan. Penyerang Portland itu juga berperan penting dalam kebangkitan tim setelah ketertinggalan pada babak pertama.
Club Tijuana memimpin lebih dahulu melalui Mourad El Ghezouani pada menit ke-19. Gol tap-in itu lahir dari serangan balik cepat yang mengejutkan tim tuan rumah.
Kelsy menyamakan skor pada menit ke-40 melalui penyelesaian dari jarak dekat. Gol tersebut tercipta setelah ia menerima umpan silang mendatar dari Jimer Fory.
| Pencetak gol | Menit | Kontribusi gol |
|---|---|---|
| Mourad El Ghezouani | 19 | Tap-in dari serangan balik |
| Kevin Kelsy | 40 | Menyelesaikan umpan Jimer Fory |
| Antony | 64 | Memanfaatkan rebound sundulan Kelsy |
| Ariel Lassiter | 77 | Menyelesaikan umpan Antony |
Kebangkitan pada Babak Kedua
Portland berbalik unggul lewat Antony pada menit ke-64. Ia menyambar bola rebound hasil sundulan Kelsy untuk membawa Timbers memimpin 2-1.
Ariel Lassiter melengkapi kemenangan pada menit ke-77. Ia menuntaskan umpan terobosan Antony dan memastikan Portland unggul dua gol.
Performa tim tuan rumah turut terlihat dalam statistik pertandingan. Portland melepaskan 16 tembakan, sedangkan Tijuana hanya mencatatkan delapan percobaan.
Timbers juga membuat 614 operan dengan tingkat akurasi 92,2 persen. Catatan itu memperlihatkan penguasaan Portland setelah periode awal yang sempat diwarnai keunggulan tim tamu.
Kelolosan Sudah Tidak Mungkin
Meski menang, Portland hanya finis di posisi ketujuh dari 18 klub MLS dalam fase penyisihan. Hanya empat tim teratas yang memperoleh hak untuk melanjutkan perjalanan ke perempat final.
Hasil laga lain telah memastikan Portland tersingkir sebelum pertandingan melawan Tijuana selesai. Timbers pun menutup Leagues Cup 2026 dengan dua kemenangan dan satu kekalahan.
Cifuentes tetap menilai kemenangan itu penting untuk menjaga standar tim. “Kami menciptakan peluang-peluang bagus dan pada akhirnya meraih kemenangan yang baik, meskipun sayangnya kami tidak lolos,” katanya.
Portland kini mengalihkan fokus ke MLS dengan posisi kedelapan di Wilayah Barat. Chicago Fire akan menjadi lawan berikutnya pada Minggu, sekaligus kesempatan awal Cifuentes meneruskan ide permainan yang mulai dibangunnya.






